Satu tahun masa kepemimpinan pasangan Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi di Sulawesi Selatan menunjukkan tren positif yang signifikan. Berbagai kebijakan strategis yang diusung pasangan berjuluk 'Andalan Hati' ini mulai membuahkan hasil nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Fokus pembangunan yang merata di berbagai sektor menjadi kunci utama dalam menggerakkan roda perekonomian di wilayah tersebut.

Berdasarkan data capaian, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan pada triwulan III tahun 2025 sukses menyentuh angka 5,43 persen. Sektor pertanian dan jasa menjadi kontributor utama yang menopang ketahanan ekonomi daerah di tengah tantangan global. Selain itu, angka kemiskinan berhasil ditekan hingga ke level 7,60 persen, yang merupakan catatan terendah dalam kurun waktu enam tahun terakhir.

Pasangan ini resmi dilantik oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada tanggal 20 Februari 2025 silam. Sejak awal menjabat, mereka berkomitmen untuk menerapkan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance secara konsisten. Upaya pengendalian inflasi juga dilakukan secara intensif melalui Gerakan Pangan Murah hingga berhasil menekan angka inflasi ke posisi 3,03 persen.

Pengamat Pemerintahan dan Kebijakan Publik dari Universitas Bosowa Makassar, Arif Wicaksono, memberikan apresiasi atas progres pembangunan selama satu tahun terakhir. Ia menyatakan bahwa meskipun terdapat berbagai kritik, capaian di bidang ekonomi dan layanan publik tetap harus diakui sebagai keberhasilan nyata. "Dalam satu tahun pemerintahan ini terdapat capaian positif, khususnya di bidang ekonomi dan layanan publik," ujar Arif pada Senin (23/2/2026).

Di sektor ketahanan pangan, pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan benih padi sebanyak 5.000 ton kepada para petani setempat. Sektor UMKM juga mendapat perhatian khusus melalui pemberian sertifikasi halal gratis bagi 2.344 pelaku usaha kecil untuk meningkatkan daya saing pasar. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat bawah sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan di tingkat daerah.

Bidang kesehatan dan infrastruktur turut mengalami transformasi melalui program Aksi Stop Stunting yang menyasar 16.128 balita serta ibu hamil. Pembangunan konektivitas juga diperluas dengan operasional 27 unit Bus Trans Sulsel gratis serta layanan seaplane untuk wilayah kepulauan. Pemerintah provinsi juga memprioritaskan peningkatan 1.000 kilometer jalan provinsi melalui skema Multi Years Project guna memperlancar arus logistik antarwilayah.

Keberhasilan reformasi birokrasi di lingkungan Pemprov Sulsel juga dibuktikan dengan raihan predikat SAKIP 'Sangat Baik' dari Kementerian PAN-RB. Kombinasi antara kebijakan populis yang menyentuh masyarakat dan pendekatan teknokratis menjadi fondasi kuat bagi pembangunan berkelanjutan di masa depan. Integrasi perencanaan tata ruang berbasis ekonomi hijau dan biru diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan positif ini secara jangka panjang.

Sumber: Infonasional

https://www.infonasional.com/kepemimpinan-andi-sudirman-dongkrak-ekonomi