PORTAL7.CO.ID - Tim Nasional Indonesia U-17 kini tengah mematangkan persiapan untuk menghadapi tantangan besar di laga perdana Grup B Piala Asia U-17 2026 mendatang. Lawan yang akan dihadapi adalah tim kuat Asia, China U-17, dalam sebuah pertemuan yang diyakini akan menguji kesiapan mental dan strategi skuad Garuda Muda.

Pertandingan krusial ini dijadwalkan akan bergulir pada Selasa, 5 Mei 2026, tepatnya pukul 23.30 WIB. Lokasi yang telah ditetapkan sebagai arena pertarungan adalah King Abdullah Sports City Training Stadium pitch A, yang berlokasi di Jeddah, Arab Saudi.

Untuk mengarungi turnamen ini, pelatih telah membawa total 23 pemain terbaik pilihan Indonesia. Dari jumlah tersebut, tiga pemain diaspora diharapkan dapat memberikan dampak signifikan, yaitu Matthew Baker, Mike Rajasa Hoppenbrouwers, dan Noha Oliver Potar Pohan Simangunsong.

Secara historis, catatan pertemuan antara Indonesia U-17 dan China U-17 sangat tidak menguntungkan bagi Merah Putih. Kekalahan telak 0-5 pernah terjadi pada perebutan peringkat ketiga Piala Asia U-17 tanggal 28 Oktober 1990.

Dominasi China semakin terlihat dalam dua laga uji coba terbaru yang digelar di Stadion Indomilk Arena pada Februari 2026. Dalam dua pertemuan tersebut, tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto harus mengakui keunggulan lawan secara berturut-turut.

Pada laga uji coba pertama, Indonesia takluk dengan skor sangat mencolok 0-7, sementara pada pertemuan kedua, perlawanan Garuda Muda membaik meski akhirnya tetap harus menyerah dengan skor tipis 2-3. Statistik ini menunjukkan bahwa gawang Indonesia telah kebobolan total 15 kali dalam tiga pertemuan terakhir, sementara hanya mampu mencetak dua gol balasan.

Meskipun menghadapi statistik yang memberatkan, Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, menunjukkan optimisme tinggi. Ia memastikan bahwa tim pelatih sudah melakukan evaluasi mendalam terhadap segala kekurangan yang teridentifikasi dari laga-laga sebelumnya.

Kurniawan Dwi Yulianto menekankan bahwa persiapan tim sudah mencapai titik kesiapan setelah melakukan introspeksi mendalam. "Sudah siap artinya semua sepakat untuk introspeksi dan kita sudah melakukan evaluasi perbaikan-perbaikan dan mudah-mudahan sisa waktu yang ada sebelum pertandingan pertama dapat kita manfaatkan (memperdalam) taktikal, untuk menghadapi China," ucap Kurniawan.

Pelatih menambahkan bahwa perkembangan positif mulai terlihat dalam sesi latihan dan pertandingan uji coba terakhir melawan tuan rumah Arab Saudi. Ia menilai para pemain mulai mampu mengimplementasikan strategi yang dirancang khusus untuk menghadapi kekuatan tim Tiongkok.