PORTAL7.CO.ID - Sengketa hukum yang telah berlangsung lama mengenai status pemain Dean James antara klub NAC Breda dan Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) akhirnya mencapai babak penutup. Keputusan ini menandai berakhirnya drama panjang yang melibatkan keabsahan partisipasi pemain tersebut dalam kompetisi.
Pihak NAC Breda sebelumnya telah mengajukan permohonan prosedur darurat atau kort geding kepada Pengadilan Utrecht. Permohonan ini bertujuan untuk membatalkan atau mengubah konsekuensi hukum dari keputusan KNVB terkait status Dean James.
Secara resmi, Pengadilan Utrecht telah mengeluarkan putusan yang menolak permohonan yang diajukan oleh kubu NAC Breda tersebut. Keputusan ini mengikat dan memberikan kepastian hukum mengenai posisi klub dalam menghadapi hasil pertandingan sebelumnya.
Rekomendasi Reformasi Polri Tuntas: Usulan Kementerian Keamanan Dikesampingkan Presiden Prabowo
Keputusan hukum ini membawa dampak signifikan terhadap sahnya sebuah pertandingan yang digelar pada Maret 2026. Pada laga tersebut, NAC Breda tercatat menelan kekalahan telak dengan skor akhir 0-6 saat berhadapan dengan tim Go Ahead Eagles.
Hakim yang memimpin persidangan di Pengadilan Utrecht memberikan penegasan tegas mengenai tuntutan klub. Hakim menyatakan bahwa permintaan agar pertandingan tersebut dapat diulang tidak memiliki dasar hukum untuk dikabulkan oleh otoritas pengadilan.
"Permintaan untuk menggelar pertandingan ulang tidak dapat dikabulkan oleh otoritas pengadilan," menegaskan hakim dalam persidangan tersebut.
Dilansir dari JABARONLINE.COM, penolakan ini menggarisbawahi bahwa proses hukum yang diajukan oleh NAC Breda tidak berhasil meyakinkan majelis hakim mengenai urgensi atau dasar hukum prosedur darurat tersebut.
Implikasi utama dari putusan ini adalah hasil akhir pertandingan melawan Go Ahead Eagles pada Maret 2026 akan tetap berlaku sesuai dengan skor 0-6 yang tercatat. Hal ini menutup peluang klub untuk mendapatkan peninjauan ulang atas kekalahan tersebut melalui jalur pengadilan.
Keputusan Pengadilan Utrecht ini secara efektif mengakhiri upaya hukum klub untuk mengubah hasil yang telah ditetapkan oleh otoritas sepak bola terkait status pemain yang dipermasalahkan tersebut.