Palembang tidak hanya identik dengan pempek, namun juga menyimpan harta karun kuliner berupa mie celor yang menggugah selera. Salah satu destinasi yang wajib dikunjungi adalah Mie Celor 26 Ilir H. Syafei yang dikenal sebagai pelopor utama hidangan ini. Kehadirannya memberikan warna tersendiri bagi khazanah masakan nusantara di Bumi Sriwijaya sejak puluhan tahun silam.
Berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman No.40E, 18 Ilir, tempat makan legendaris ini telah melayani pelanggan setianya sejak tahun 1950-an. Tim detikcom sempat membuktikan langsung kelezatannya saat melakukan perjalanan Road Trip menggunakan Aletra L8 ke Kota Palembang baru-baru ini. Warung ini memegang predikat sebagai gerai mie celor tertua yang masih eksis dan konsisten menjaga kualitasnya.
Nama 'celor' dalam dialek lokal merujuk pada proses pembuatan mie yang dicelupkan ke air panas secara berulang kali, bukan direbus. Teknik memasak unik ini diprakarsai oleh H. M. Syafei Z dan kini pengelolaannya telah memasuki generasi ketiga. Meskipun zaman telah berganti, konsistensi cara pengolahan tetap dipertahankan demi menjaga warisan rasa yang autentik bagi para pengunjung.
Rahasia kelezatan hidangan ini terletak pada kuah kental berwarna putih yang memiliki tekstur sangat creamy dan gurih. Kaldu tersebut merupakan perpaduan harmonis antara santan kental dengan sari udang yang diperkaya bumbu halus tradisional pilihan. Penggunaan ebi, kemiri, serta bawang merah dan putih memberikan aroma harum yang sangat menggoda selera sejak suapan pertama.
Sajian ini menggunakan mie kuning dengan diameter yang lebih besar daripada mie pada umumnya namun tetap lembut saat dikunyah. Tekstur mie yang kenyal tersebut dirancang khusus agar mampu menyerap kuah kaldu udang secara maksimal ke dalam setiap helainya. Sebagai pelengkap, taburan cincangan udang rebus yang melimpah memberikan sensasi tekstur yang kaya dan mewah di lidah.
Pelanggan dapat memilih dua varian porsi yang tersedia, yaitu ukuran Biasa dan Jumbo sesuai dengan keinginan masing-masing. Setiap porsinya disajikan lengkap dengan tauge segar serta irisan telur rebus sebagai sumber protein tambahan yang menyempurnakan hidangan. Pengelola menjamin bahwa resep serta bahan yang digunakan tidak pernah berubah sedikit pun sejak 76 tahun yang lalu.
Mie Celor 26 Ilir H. Syafei tetap menjadi pilihan utama bagi warga lokal maupun wisatawan yang mencari menu sarapan atau makan siang. Keaslian cita rasa yang terus terjaga menjadikannya sebagai ikon kuliner yang tidak lekang oleh waktu di tengah modernitas kota. Mengunjungi Palembang rasanya belum lengkap tanpa mencicipi sepiring mie celor hangat yang sarat akan nilai sejarah ini.
Sumber: Infonasional