PORTAL7.CO.ID - Kepastian pahit harus diterima oleh Tim Nasional Indonesia, yang dikenal sebagai Garuda Jalanan. Mereka dipastikan batal untuk ambil bagian dalam ajang bergengsi Homeless World Cup (HWC) edisi 2026 mendatang.

Keputusan mengejutkan ini diumumkan secara resmi oleh pihak Rumah Cemara pada hari Selasa, 5 Mei 2026. Alasan utama di balik pembatalan keberangkatan ini adalah masalah klasik, yaitu kendala biaya yang belum terselesaikan.

Dilansir dari Detikcom, pembatalan ini mengakhiri catatan manis keikutsertaan Indonesia yang selama ini selalu diwakili oleh tim besutan Rumah Cemara sejak tahun 2011. Konsistensi ini kini harus terhenti karena faktor pendanaan.

Sebelumnya, lembaga yang menaungi tim ini telah mengambil langkah antisipatif dengan menunda proses seleksi pemain. Penundaan ini dilakukan sebagai upaya untuk menghindari situasi yang tidak diinginkan menjelang turnamen yang dijadwalkan pada Oktober 2026.

Sekretaris Rumah Cemara, Rin Aulia, menjelaskan bahwa kepastian finansial merupakan syarat mutlak sebelum mereka berani melanjutkan tahapan rekrutmen pemain. Hal ini penting untuk menjaga mental para atlet yang mungkin akan kecewa jika persiapan sudah matang namun batal bertanding.

Rin Aulia memaparkan kekhawatiran mereka secara gamblang mengenai potensi kekecewaan tersebut. "Belum kang (diseleksi), karena kita ingin ada kepastian dulu (soal sponsor) baru milih pemain, kita ga mau kecewa, ketika pemain sudah ada, latihan terus berjalan tapi batal main ke HWC," ujar Rin pada Selasa (5/5/2026).

Lebih lanjut, Rin Aulia menekankan bahwa permasalahan yang dihadapi bukan sekadar biaya untuk transportasi dan akomodasi keberangkatan ke kancah internasional tersebut. Rumah Cemara juga menyerukan pentingnya peran pemerintah dalam pembinaan jangka panjang.

Ia menegaskan harapan mereka agar dukungan pemerintah meluas melampaui sekadar bantuan keberangkatan saja, tetapi juga fokus pada pembinaan berkelanjutan bagi kelompok rentan. "Yang kita harapkan juga buka soal bantuan untuk berangkat saja, tapi kita juga butuh perhatian untuk pembinaannya. Kami ingin pemerintah juga hadir di langkah awal, bukan digaris finish," tegas Rin.

Keputusan untuk menghentikan persiapan ini diambil sebagai bentuk perlindungan psikologis yang mendalam bagi para calon pemain yang sebagian besar berasal dari kelompok marginal. Rumah Cemara memilih untuk fokus pada advokasi dukungan pembinaan terlebih dahulu sebelum kembali mengambil komitmen untuk kompetisi dunia di masa mendatang.