Pemerintah Kota Bandung tengah mematangkan rencana pembangunan Rumah Susun Sederhana Milik atau Rusunami di kawasan Sadang Serang. Proyek hunian vertikal ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah di wilayah tersebut. Namun, rencana besar ini mulai memicu beragam tanggapan serta kekhawatiran dari warga setempat yang tinggal di sekitar lokasi.

Lokasi pembangunan rencananya akan menggunakan lahan lapangan sepak bola di Kelurahan Sadang Serang, Kecamatan Coblong. Saat ini, lahan terbuka tersebut lebih sering difungsikan oleh masyarakat sekitar sebagai area parkir kendaraan sehari-hari. Pemerintah menargetkan proyek strategis ini dapat menyediakan sekitar 1.000 unit hunian layak bagi warga yang membutuhkan.

Pembangunan rusunami ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengatasi keterbatasan lahan pemukiman di Kota Bandung. Dengan konsep hunian vertikal, diharapkan masalah kepadatan penduduk di kawasan padat dapat teratasi dengan lebih efisien dan tertata. Pemerintah juga berkomitmen untuk menyediakan berbagai fasilitas penunjang yang layak bagi calon penghuni di masa depan.

Salah seorang warga setempat bernama Kinkin menyampaikan kegelisahannya terkait transparansi proses seleksi calon penghuni rusun pada Senin (16/2/2026). Ia mempertanyakan apakah warga asli Sadang Serang akan mendapatkan prioritas utama untuk menempati unit yang tersedia nantinya. Kinkin mencatat bahwa pada rusun yang sudah ada sebelumnya, mayoritas penghuni justru didominasi oleh pendatang dari luar daerah.

Kekhawatiran warga ini muncul karena mereka tidak ingin hanya menjadi penonton di tengah masifnya pembangunan di wilayah sendiri. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan jaminan bahwa kuota bagi warga lokal akan diprioritaskan secara adil dan transparan. Jika tidak dikelola dengan bijak, proyek ini dikhawatirkan dapat menimbulkan kecemburuan sosial yang merugikan kerukunan masyarakat.

Hingga saat ini, proses sosialisasi terkait teknis pembangunan dan prosedur pendaftaran penghuni masih terus dinantikan oleh warga. Pihak kelurahan dan kecamatan diharapkan segera memberikan penjelasan rinci untuk meredam spekulasi yang mulai berkembang di lapangan. Transparansi data mengenai kriteria Masyarakat Berpenghasilan Rendah menjadi poin krusial yang harus segera diperjelas oleh pihak terkait.

Pembangunan Rusunami Sadang Serang diharapkan menjadi solusi nyata bagi krisis hunian di Kota Bandung tanpa meminggirkan warga asli. Keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada komunikasi yang efektif antara pemerintah kota dan masyarakat terdampak di Kecamatan Coblong. Semua pihak berharap agar hunian ini benar-benar tepat sasaran bagi mereka yang memang paling membutuhkan tempat tinggal.