JAKARTA – Memasuki tahun baru 2025, banyak masyarakat yang merencanakan liburan untuk melepas penat dan menyegarkan diri. Pengamat sosial dan lingkungan, Ari Sumarto Taslim, menyampaikan sejumlah saran untuk masyarakat agar liburan dapat memberikan manfaat yang maksimal sekaligus menjadi momen refleksi di tahun 2025 yang lebih baik.
Menurut Ari, liburan bukan sekadar untuk bersenang-senang, tetapi juga waktu untuk mempererat hubungan keluarga dan mengevaluasi diri. Ia menyarankan agar masyarakat memilih destinasi yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan nilai edukatif dan mempererat koneksi dengan alam.
"Manfaatkan waktu liburan untuk hal-hal yang memperkaya batin, seperti mengunjungi destinasi alam, belajar budaya lokal, atau bahkan melakukan aktivitas sosial di komunitas. Dengan begitu, liburan tidak hanya membawa kesenangan, tetapi juga makna," ujarnya, Rabu, 1 Januari 2025.
Saran Memilih Destinasi Liburan Ramah Lingkungan di 2025
Ari juga menekankan pentingnya memilih destinasi liburan yang mendukung kelestarian lingkungan. Ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada dampak perjalanan mereka terhadap alam, seperti memilih transportasi yang ramah lingkungan, mengurangi sampah plastik, dan mendukung wisata lokal yang berkelanjutan.
"Misalnya, berliburlah ke tempat-tempat seperti kawasan ekowisata, desa adat, atau pantai yang dikelola secara lestari. Dengan begitu, kita tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga ikut menjaga keberlangsungannya untuk generasi mendatang," jelasnya.
Menurutnya, pergantian tahun, Ari mengajak masyarakat untuk menjadikan tahun baru sebagai momentum refleksi dan perubahan. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama dan memperbaiki diri untuk kehidupan yang lebih harmonis.
"Tahun baru 2025 ini adalah waktu untuk melihat ke dalam diri kita. Apa yang sudah kita capai, apa yang bisa kita perbaiki? Ini bukan hanya soal resolusi pribadi, tetapi juga kontribusi kita kepada masyarakat dan lingkungan," ungkap Ari.
Ia juga berharap masyarakat semakin peduli terhadap isu-isu sosial dan lingkungan. Dalam pandangannya, perhatian terhadap keadilan sosial, pendidikan, dan kelestarian alam harus menjadi bagian dari kesadaran kolektif bangsa.
"Harapan saya, kita semua lebih peduli terhadap satu sama lain dan lingkungan kita. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang rakyatnya saling mendukung dan menjaga bumi tempat tinggalnya," tambahnya.