PORTAL7.CO.ID - Ribuan jemaah umrah kini menghadapi ketidakpastian perjalanan setelah wilayah udara di sejumlah negara Timur Tengah ditutup total secara mendadak. Kebijakan darurat ini diambil menyusul serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026. Situasi keamanan yang memburuk dengan cepat memaksa maskapai penerbangan untuk merombak jadwal secara masif demi menjamin keselamatan penumpang.
Maskapai raksasa seperti Emirates dan Etihad Airways melaporkan gangguan signifikan pada operasional mereka di kawasan Teluk. Pihak flydubai bahkan menyatakan bahwa sejumlah pesawat terpaksa kembali ke parkir atau dialihkan saat pembatasan wilayah udara mulai diberlakukan di Dubai. Qatar Airways juga mengambil langkah serupa dengan menangguhkan sementara seluruh pergerakan lalu lintas udara melalui hub utama mereka di Doha.
Dampak penutupan ini merembet ke maskapai global seperti KLM yang menghentikan rute ke Tel Aviv, serta Virgin Atlantic yang membatalkan penerbangan London-Dubai. Air India juga terpaksa menangguhkan seluruh layanan ke destinasi Timur Tengah, sehingga ratusan jemaah asal Asia Selatan tertahan di bandara. Turkish Airlines turut mengumumkan penangguhan penerbangan regional hingga akhir pekan yang mengganggu koneksi jemaah melalui Istanbul.
Beberapa pesawat yang sudah berada di udara bahkan diperintahkan untuk melakukan putar balik demi menghindari zona konflik yang berbahaya. American Airlines mencatat rute Philadelphia-Doha berbalik arah, sementara Air Canada rute Toronto-Dubai kembali ke Kanada saat masih melintasi Samudra Atlantik. Keputusan waktu nyata ini diambil oleh operator penerbangan sebagai respons cepat terhadap dinamika ancaman keamanan yang terus berkembang.
Titik kumpul jemaah di Bandara Internasional Hamad, Dubai, dan Bahrain kini dipenuhi oleh calon jemaah yang terlantar akibat pembatalan massal. Seorang jemaah di Dubai mengisahkan bahwa mayoritas rekan senegaranya kini terpaksa menunggu di lantai bandara tanpa kepastian jadwal keberangkatan. Kondisi ini sangat memprihatinkan mengingat bandara-bandara tersebut merupakan jalur penghubung utama bagi jemaah asal Asia Tenggara dan Afrika menuju tanah suci.
Agen perjalanan dan operator tur umrah saat ini sedang bekerja keras melakukan koordinasi dengan pihak maskapai untuk menjadwalkan ulang penerbangan. Jemaah disarankan untuk terus memantau informasi terbaru serta mendokumentasikan setiap perubahan jadwal guna keperluan klaim asuransi perjalanan nantinya. Meskipun situasi masih sangat dinamis, pihak maskapai terus berupaya mencari solusi alternatif bagi para penumpang yang terdampak gangguan ini.
Di sisi lain, otoritas Arab Saudi memastikan bahwa aktivitas ibadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi tetap berjalan normal bagi jemaah yang sudah tiba. Pintu masuk ke wilayah Kerajaan tetap terbuka meski proses kedatangan jemaah dari luar negeri mengalami kendala teknis transportasi udara. Walaupun beberapa wilayah udara mulai dibuka secara bertahap, potensi keterlambatan diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari mendatang.
Sumber: Infonasional