PORTAL7.CO.ID - Maskapai raksasa Qatar Airways secara resmi menghentikan seluruh aktivitas penerbangan dari dan menuju Doha mulai Sabtu (28/2/2026). Langkah drastis ini diambil setelah otoritas setempat memutuskan untuk menutup total wilayah udara Qatar demi alasan keamanan. Ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah memaksa manajemen untuk mengambil tindakan darurat guna melindungi operasional mereka.

Eskalasi militer yang semakin memanas dipicu oleh serangan udara yang dilancarkan oleh militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran. Situasi keamanan yang tidak menentu ini berdampak langsung pada kedaulatan wilayah udara di sekitar Teluk, termasuk negara Qatar. Penutupan jalur udara tersebut dianggap sebagai langkah paling rasional untuk menghindari risiko fatal bagi penerbangan sipil.

Qatar Airways Group menegaskan bahwa penangguhan operasional ini bersifat preventif untuk menjamin keselamatan penumpang dan seluruh awak pesawat. Pihak maskapai kini tengah berkoordinasi intensif dengan pemerintah serta otoritas penerbangan internasional terkait perkembangan situasi di lapangan. Operasi dijadwalkan akan segera pulih kembali setelah wilayah udara dinyatakan aman dan dibuka kembali oleh otoritas berwenang.

Berdasarkan pernyataan resmi yang dirilis melalui akun X @Qatar Airways, perusahaan berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi pelanggan yang terdampak. “Maskapai bekerja sama erat dengan pemangku kepentingan pemerintah dan otoritas terkait untuk mendukung penumpang yang terdampak,” tulis pernyataan resmi tersebut. Mereka juga berjanji akan memberikan informasi terbaru secara berkala seiring dengan dinamika geopolitik yang terjadi.

Sebagai salah satu pusat transit tersibuk di dunia, penutupan Bandara Internasional Hamad menyebabkan gangguan besar pada rute internasional. Ribuan penumpang yang menghubungkan perjalanan antara Asia, Eropa, dan Amerika kini menghadapi ketidakpastian jadwal yang masif. Sejumlah besar penerbangan terpaksa dibatalkan, dialihkan, atau mengalami penundaan sangat signifikan akibat situasi darurat ini.

Untuk menangani penumpukan penumpang, Qatar Airways telah menyiagakan tambahan staf darat di berbagai bandara utama guna memberikan bantuan teknis. Maskapai juga memperingatkan adanya potensi keterlambatan jadwal yang berkepanjangan meskipun nantinya operasional telah kembali normal. Hal ini disebabkan oleh kerumitan penyesuaian rotasi pesawat dan pengaturan ulang jadwal kerja kru yang sempat terhenti total.

Penumpang sangat disarankan untuk terus memantau informasi terkini melalui situs resmi qatarairways.com atau aplikasi seluler milik maskapai sebelum menuju bandara. Manajemen menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan yang muncul akibat kondisi keamanan yang di luar kendali perusahaan. Fenomena ini membuktikan betapa rentannya konektivitas udara global terhadap konflik bersenjata yang terjadi di wilayah strategis.

Sumber: Infonasional

https://www.infonasional.com/qatar-airways-tangguhkan-penerbangan-konflik