PORTAL7.CO.ID - Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, melaksanakan kunjungan kerja untuk meninjau langsung kesiapan pelayanan di Asrama Haji Medan pada hari Jumat, 8 Mei 2026. Kunjungan ini berfokus pada upaya memastikan bahwa Sumatra Utara (Sumut) siap berfungsi sebagai titik transit strategis dalam rangkaian operasional haji tahun ini.

Penetapan Sumut sebagai zona penyangga atau buffer zone dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi kendala operasional yang mungkin timbul, baik itu masalah kesehatan pada jemaah maupun kendala teknis yang melibatkan pesawat. Tujuan utamanya adalah memitigasi dampak jika terjadi situasi darurat yang memaksa perubahan jadwal atau lokasi pendaratan.

Dahnil Anzar menekankan pentingnya koordinasi yang sangat cepat antar berbagai pihak terkait dalam menghadapi kondisi tak terduga di wilayah tersebut. Koordinasi ini mencakup maskapai penerbangan, penyedia layanan akomodasi, serta pihak konsumsi makanan bagi jemaah.

"Sumut ini menjadi buffer zone. Artinya, Sumatera Utara harus siap melakukan mitigasi dan pelayanan terhadap jemaah yang terpaksa tidak bisa berangkat karena sakit maupun akibat technical landing pesawat," ujar Dahnil, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI.

Menurut penjelasan Wamenhaj, peran Sumatra Utara menjadi sangat krusial dalam menyediakan pelayanan tambahan secara sigap apabila dibutuhkan. Pelayanan tambahan ini meliputi ketersediaan hotel darurat, dukungan transportasi yang memadai, dan pemenuhan kebutuhan dasar jemaah jika terjadi pengalihan pendaratan secara mendadak.

Dahnil juga memberikan contoh konkret mengenai pentingnya kesiapan ini, di mana sebelumnya telah terjadi insiden pesawat yang terpaksa mendarat di Medan dan memerlukan penggantian unit. "Beberapa hari lalu ada pesawat yang harus landing di sini dan dilakukan pergantian pesawat. Maka pelayanan harus cepat, termasuk hotel, konsumsi, dan kebutuhan jemaah lainnya," tambah Dahnil, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI.

Secara umum, Dahnil Anzar menyampaikan apresiasi atas peningkatan signifikan yang terlihat pada kualitas pelayanan di Embarkasi Medan dibandingkan dengan periode sebelumnya. Ia mencatat bahwa aspek penyediaan konsumsi dan akomodasi bagi jemaah reguler maupun jemaah transit telah dikelola dengan baik oleh seluruh petugas di lapangan.

"Alhamdulillah, konsumsi tidak ada masalah, akomodasi lancar, dan pelayanan terhadap jemaah transit maupun technical landing juga berjalan baik," katanya Dahnil, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI.

Meskipun menunjukkan progres positif, Wamenhaj tetap menekankan bahwa evaluasi berkelanjutan adalah kunci utama perbaikan. Ia secara khusus menyoroti adanya keluhan teknis dari jemaah, salah satunya terkait kerusakan tas bawaan, yang harus segera ditindaklanjuti melalui perbaikan sistematis.