PORTAL7.CO.ID - Legenda Manchester United, Paul Scholes, baru-baru ini menyampaikan evaluasi kritis mengenai performa Arsenal di tengah perjalanan mereka yang memuncaki klasemen Liga Inggris dan mencapai final Liga Champions. Pernyataan ini disampaikan pada hari Jumat, 8 Mei 2026, menunjukkan adanya keraguan dari Scholes terhadap kualitas historis tim asuhan Mikel Arteta tersebut.

Saat ini, Arsenal mengumpulkan 76 poin dengan lima pertandingan tersisa, memberikan mereka keunggulan lima poin atas Manchester City yang masih memiliki satu pertandingan tunda setelah bermain imbang 3-3 melawan Everton. Posisi ini menempatkan The Gunners di jalur kuat untuk mengakhiri penantian gelar liga selama 22 tahun.

Namun, Scholes berpendapat bahwa meskipun meraih trofi, pencapaian Arsenal musim ini mungkin tidak akan meninggalkan kesan mendalam dalam sejarah sepak bola. "Saya menilai mereka bukan tim juara terbaik yang pernah orang-orang lihat," jelas Scholes dilansir dari Sky Sports.

Mantan gelandang yang meraih 11 gelar Liga Inggris tersebut menyoroti bagaimana Arsenal belum mampu menaklukkan rival-rival terkuat dalam persaingan gelar musim ini. Ia menekankan pentingnya mengalahkan tim-tim papan atas untuk diakui sebagai tim hebat.

Scholes secara spesifik menggarisbawahi rekor pertemuan Arsenal melawan Manchester City dan Liverpool, yang menurutnya belum menunjukkan dominasi yang seharusnya dimiliki tim juara sejati. "Anda harus selalu mengalahkan tim-tim papan atas. Mereka belum kalahkan Man City dan Liverpool, tim-tim terbaik dalam empat-enam tahun terakhir," sambung Scholes.

Dalam podcast Stick to Football dari The Overlap, Scholes juga mengkritik pendekatan taktis Mikel Arteta yang dinilai terlalu kaku dan sistematis. Ia merasa gaya permainan tersebut kurang menawarkan hiburan visual bagi penonton.

Kritik tersebut diperkuat dengan perbandingan terhadap pola serangan Arsenal dengan era Manchester United yang legendaris, yang diisi oleh pemain seperti Eric Cantona dan Cristiano Ronaldo, yang dianggapnya lebih penuh gairah. "Anda bisa menang dengan berbagai cara, yang ingin saya katakan adalah, mereka bukanlah tim yang akan saya tonton sepanjang waktu," tegas Scholes.

Scholes menganggap bahwa permainan Arsenal, khususnya dalam pembangunan serangan dari lini belakang, cenderung monoton. "Kami telah melihat [David] Raya dan para bek tengah hanya bermain dan bermain. Itu membosankan," tegas Scholes.

Mengenai kriteria menjadi tim hebat, Scholes meyakini bahwa kemenangan krusial melawan pesaing utama adalah syarat mutlak. "Itulah mengapa saya rasa orang-orang tidak akan menyebut mereka sebagai tim hebat. Saya tahu Anda bisa lolos tanpa memenangkan pertandingan-pertandingan itu, tentu saja bisa, tetapi untuk menjadi tim hebat, Anda harus pergi dan mengalahkan tim-tim ini," ungkap Scholes.