PORTAL7.CO.ID - Perkembangan diplomasi di Timur Tengah menunjukkan adanya ketegasan dari Washington terkait hubungan dengan Teheran. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi menyatakan bahwa status gencatan senjata antara kedua negara tetap dipertahankan.

Keputusan ini diambil meskipun terjadi peningkatan tensi dan insiden kontak senjata di perairan yang sangat vital tersebut. Baku tembak yang melibatkan militer Amerika Serikat dan Iran sempat memicu kekhawatiran eskalasi konflik regional.

Insiden baku tembak tersebut memang sempat terjadi di kawasan Selat Hormuz. Perairan ini dikenal memiliki peran strategis yang sangat penting bagi jalur pelayaran internasional dan energi global.

Peristiwa kontak senjata tersebut melibatkan kekuatan militer dari kedua belah pihak. Meskipun terjadi bentrokan, dampak dari serangan yang dilancarkan oleh Iran dinilai tidak substansial oleh pihak AS.

Kepastian mengenai kelanjutan gencatan senjata ini disampaikan langsung oleh Presiden Trump. Hal ini memberikan sedikit kelegaan di tengah situasi geopolitik yang rentan di kawasan tersebut.

Presiden Trump memberikan konfirmasi tersebut kepada awak media pada hari Sabtu, 9 Mei 2026. Pernyataan ini merupakan respons langsung atas pertanyaan mengenai status kesepakatan damai yang ada.

Presiden Trump menekankan bahwa serangan yang dilancarkan oleh pihak Iran terhadap aset militer Amerika Serikat tidak signifikan dampaknya. Hal ini menjadi dasar pertimbangan utama untuk mempertahankan kesepakatan yang berlaku.

"Perkembangan terbaru di kawasan Timur Tengah menunjukkan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara tegas menyatakan bahwa gencatan senjata yang berlaku antara Washington dan Teheran masih dipertahankan," ujar seorang juru bicara kepresidenan.

"Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap peningkatan ketegangan dan kontak senjata yang terjadi di perairan strategis Selat Hormuz pada awal Mei 2026," tambah sumber tersebut.