PORTAL7.CO.ID - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat mengambil langkah tegas untuk mengatasi masalah kemacetan kronis yang selama ini melanda pusat Kota Bogor. Langkah ini diambil melalui koordinasi intensif dengan otoritas transportasi di tingkat Kota dan Kabupaten Bogor.

Salah satu fokus utama dalam upaya penataan transportasi publik ini adalah mengatasi kepadatan yang sering terjadi di area-area vital Kota Bogor. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mencari solusi transportasi yang efektif.

Kebijakan paling signifikan yang akan segera diimplementasikan adalah penerapan sistem shifting atau pengalihan trayek pada sejumlah rute angkutan kota (angkot) yang melayani lintas wilayah. Sistem ini diharapkan mampu mendistribusikan beban lalu lintas secara lebih merata.

Kesepakatan penting mengenai penataan angkutan umum ini dicapai dalam sebuah forum pertemuan lintas wilayah yang diselenggarakan di Bandung. Forum tersebut menjadi wadah pengambilan keputusan bersama antara berbagai pemangku kepentingan terkait.

Pertemuan yang menghasilkan keputusan strategis ini berlangsung pada hari Senin, tepatnya tanggal 13 April 2026. Tanggal ini akan menjadi momen penting dalam sejarah upaya perbaikan manajemen transportasi di Bogor.

Dishub Jabar menekankan bahwa penerapan sistem shifting ini adalah respons langsung terhadap tingginya tingkat kemacetan yang telah lama dikeluhkan masyarakat. Targetnya adalah mencapai penurunan kepadatan hingga 50 persen.

Dilansir dari bogorplus.id, kesepakatan ini merupakan hasil kolaborasi antarwilayah yang menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan mobilitas perkotaan yang lebih lancar dan teratur.

"Dishub Provinsi Jawa Barat bersama Dishub Kota dan Kabupaten Bogor menyepakati langkah cepat penataan angkutan kota (angkot) untuk mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di kawasan pusat Kota Bogor," demikian pernyataan yang menggarisbawahi urgensi kebijakan ini.

Lebih lanjut, kebijakan utama yang menjadi sorotan dalam kesepakatan tersebut adalah implementasi sistem shifting pada sejumlah trayek angkot yang melayani perjalanan antarwilayah. Hal ini menjadi inti dari strategi perbaikan lalu lintas.