PORTAL7.CO.ID - Pertandingan krusial antara tuan rumah FC Utrecht melawan tim tamu NAC Breda berakhir dengan skor 0-2 untuk kemenangan Utrecht pada Sabtu malam, 2 Mei 2026. Duel yang berlangsung di Stadion Galgenwaard ini menjadi mimpi buruk bagi NAC Breda yang tengah berjuang menghindari zona degradasi.

Kekalahan ini sangat dipengaruhi oleh keputusan kontroversial wasit Alex Bos yang mengeluarkan kartu merah langsung kepada pemain NAC Breda, Mohamed Nassoh, pada babak pertama. Keputusan tersebut memaksa tim asuhan Carl Hoefkens harus melanjutkan sisa pertandingan dengan hanya sepuluh pemain di lapangan.

Gol penentu kemenangan FC Utrecht baru tercipta di menit-menit akhir pertandingan, tepatnya pada menit ke-99, melalui sebuah serangan balik cepat yang mematikan. Momen ini terjadi setelah kiper NAC Breda, Bielica, nekat maju membantu serangan timnya di akhir laga.

Sebelum gol penutup tersebut, FC Utrecht sebenarnya sempat mencetak gol yang kemudian dianulir karena dugaan offside. Namun, setelah meninjau melalui Video Assistant Referee (VAR), gol tersebut akhirnya disahkan dan mengubah kedudukan menjadi 1-0 bagi tuan rumah.

Menghadapi situasi sulit ini, pelatih Carl Hoefkens melakukan perubahan taktis dengan memasukkan Cherrion Valerius di lini depan dan menempatkan Enes Mahmutovic di lini pertahanan. Perubahan ini dilakukan untuk menggantikan peran Fredrik Oldrup Jensen yang harus absen karena mengalami cedera.

Di awal laga, skuat NAC Breda sebenarnya sempat menunjukkan inisiatif menyerang, terutama melalui upaya dari Kamal Sowah. Sayangnya, peluang emas yang tercipta di awal pertandingan tersebut gagal dimaksimalkan menjadi gol pembuka keunggulan.

Situasi pertandingan berubah total sekitar sepuluh menit sebelum jeda paruh waktu ketika Nassoh menerima kartu merah setelah wasit melakukan tinjauan mendalam menggunakan monitor VAR. Meskipun unggul jumlah pemain, Utrecht kesulitan menembus pertahanan NAC yang bertahan dengan sepuluh orang, bahkan Ayew dan Lewis Holtby sempat mengancam gawang lawan.

Pemain bertahan NAC Breda, Boy Kemper, mengungkapkan kekecewaannya atas hasil akhir yang dinilai tidak sesuai dengan upaya keras seluruh anggota tim sepanjang pertandingan.

"Kami mendapatkan beberapa peluang di akhir, kami semua bekerja sangat keras dan kami tidak mendapatkan imbalan atas hal itu, dan ini adalah cerita yang berulang. Tapi saya pikir kami membuat mereka sangat kesulitan, bahkan ketika kami [bermain dengan sepuluh pemain]..." ujar Boy Kemper, Pemain NAC Breda.