PORTAL7.CO.ID - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera telah menyelesaikan pembangunan ribuan hunian sementara (huntara) untuk para penyintas bencana hidrometeorologi. Penyelesaian ini diumumkan pada hari Senin, 4 Mei 2026, sebagai bagian dari upaya pemerintah menyediakan tempat tinggal sementara yang layak.

Secara spesifik, pembangunan di wilayah Sumatera Utara telah mencapai progres signifikan dengan rampungnya 1.024 unit huntara. Sementara itu, di Sumatera Barat, sebanyak 830 unit hunian sementara juga telah tuntas dibangun sesuai target yang ditetapkan sebelumnya.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, memberikan pembaruan bahwa Provinsi Aceh, yang merupakan wilayah terdampak paling besar, menunjukkan progres yang sangat baik. Pembangunan di Aceh telah mendekati angka 90 persen dari total rencana awal yang disusun.

Dilansir dari Detikcom, Tito Karnavian merinci capaian di Aceh, "Dari total rencana 18.380 unit, sebanyak 16.785 unit telah selesai dibangun atau sekitar 91 persen," jelas Tito dalam keterangan tertulis yang disampaikan pada Senin (4/5/2026).

Total kumulatif pembangunan huntara di ketiga provinsi tersebut kini mencapai 18.639 unit. Angka ini merepresentasikan 92 persen dari total target awal yang ditetapkan, yaitu sebanyak 20.234 unit hunian sementara.

Dengan terpenuhinya kebutuhan tempat tinggal sementara ini, fokus Satgas PRR kini segera beralih pada tahap selanjutnya, yaitu akselerasi pembangunan hunian tetap (huntap) yang lebih permanen untuk para pengungsi. Tito Karnavian menggarisbawahi pentingnya percepatan pembangunan hunian permanen ini.

Mengenai pembangunan hunian tetap, Tito memaparkan progres di Aceh: "Di sisi lain, pembangunan huntara di Provinsi Aceh sebagai wilayah dengan dampak terbesar juga terus menunjukkan progres signifikan. Dari total rencana 18.380 unit, sebanyak 16.785 unit telah selesai dibangun atau sekitar 91 persen," kata Tito Karnavian.

Progres pembangunan hunian tetap di Sumatera Utara tercatat mencapai 5,3 persen, sementara Sumatera Barat menunjukkan angka yang lebih tinggi yakni 15,36 persen. Pemerintah terus mendorong percepatan agar warga dapat segera menempati hunian permanen yang lebih aman.

Tito Karnavian memberikan data rinci mengenai progres huntap di dua provinsi tersebut: "Di Sumatera Utara, dari total rencana 7.601 unit, progres pembangunan mencapai 407 unit dengan 120 unit telah selesai, setara dengan 5,3 persen. Sementara itu, di Sumatera Barat, dari rencana 2.824 unit, pembangunan telah mencapai 434 unit dengan 24 unit selesai atau sekitar 15,36 persen," tambah Tito.