PORTAL7.CO.ID - Penyediaan infrastruktur dan sarana pelayanan di tiga lokasi utama pelaksanaan puncak ibadah haji, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), kini sedang digenjot secara masif. Upaya percepatan ini dilakukan untuk menjamin kesiapan total menjelang kedatangan jutaan jemaah haji dari seluruh dunia pada tahun 2026 mendatang.
Tim Media Center Haji (MCH) telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi-lokasi krusial tersebut guna memverifikasi progres pembenahan fisik yang sedang berlangsung. Pemeriksaan ini menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa standar kenyamanan dan keamanan jemaah dapat terpenuhi secara optimal.
Salah satu peningkatan signifikan terlihat di Padang Arafah, di mana sistem pengamanan diperketat melalui pemasangan kamera pengawas atau CCTV. Fasilitas pemantauan ini dipasang di sepanjang lorong antartenda dan akan beroperasi selama 24 jam penuh untuk menjaga keamanan jemaah.
Kualitas akomodasi jemaah juga ditingkatkan, terutama pada bagian interior tenda, dengan penerapan struktur lantai khusus yang lebih tebal. Inovasi lantai ini bertujuan untuk meratakan permukaan tanah gurun yang tidak rata sekaligus meredam panas ekstrem yang menjalar dari bawah.
Setiap jemaah akan menerima paket fasilitas tidur yang diperbarui, meliputi kasur baru, lengkap dengan seprai, bantal, dan selimut yang layak. Selain itu, untuk mengatasi suhu panas yang tinggi, perangkat pendingin ruangan (AC) telah dipasang di setiap unit tenda yang tersedia.
Sektor sanitasi, yang kerap menjadi perhatian utama, mendapatkan pembenahan menyeluruh dengan desain yang lebih inklusif dan modern. Fasilitas toilet kini menyediakan jalur khusus bagi penyandang disabilitas serta pemisahan area antara toilet duduk dan toilet jongkok.
Sebagai upaya efisiensi waktu, petugas juga memasang urinoir di sisi luar bilik toilet pria, sebuah pembaruan teknis yang diharapkan dapat mengurangi potensi antrean panjang saat jemaah hanya perlu buang air kecil. Pemeriksaan mendetail juga dilakukan terhadap ribuan kasur di Muzdalifah hingga Mina untuk memastikan tidak ada cacat.
Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Linjam), Muftiono, menyoroti laju peningkatan progres pengerjaan yang sangat cepat dalam sepekan terakhir di lapangan.
"Pada saat awal kita melakukan pengecekan progres baru sekitar 60 persen. Hari ini alhamdulillah sudah sangat luar biasa perubahannya," ujar Muftiono.