PORTAL7.CO.ID - Sebuah komunitas penggemar hal mistis dari Jepang dengan akun @annyaobake baru-baru ini mencabut pencalonan rumah pribadi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dari daftar lokasi yang akan mereka kunjungi untuk kegiatan uji nyali. Keputusan ini diambil setelah adanya klarifikasi dari warganet Indonesia bahwa informasi yang mereka terima mengenai properti tersebut tidak akurat.
Peristiwa ini bermula ketika akun Jepang tersebut memublikasikan tiga foto rumah di Indonesia yang direkomendasikan oleh pengikutnya melalui platform media sosial X. Salah satu foto yang sempat masuk nominasi adalah sebuah bangunan di Jalan Kutai Utara, yang memiliki ciri khas kanopi tanaman rambat menyerupai kediaman pribadi Bapak Jokowi.
Pihak pengelola akun @annyaobake segera melakukan validasi setelah menerima masukan dari pengguna internet di Indonesia mengenai identitas sebenarnya dari pemilik properti tersebut. Tindakan cepat ini menunjukkan komitmen mereka terhadap keakuratan informasi sebelum melakukan investigasi.
Komunitas Jepang Tawarkan Imbalan Rp50 Juta bagi Penemu Rumah Angker untuk Dibeli di Indonesia
"Terima kasih banyak atas informasi yang telah Anda kirimkan. Kami akan membalas email yang berisi informasi valid secara bertahap," tulis akun @annyaobake sebagai tanggapan atas masukan yang masuk.
Penghapusan foto rumah kediaman Presiden Jokowi dilakukan hanya dalam hitungan jam setelah unggahan awal mereka menjadi viral di dunia maya. Komunitas tersebut menegaskan bahwa mereka tidak akan memproses properti mana pun yang informasinya terbukti tidak valid atau sekadar lelucon.
"Foto pada slide pertama kami hapus dari daftar kandidat karena terbukti sebagai informasi palsu/iseng (prank)," tegas akun @annyaobake, menggarisbawahi prinsip kerja mereka.
Meskipun satu lokasi telah dicoret, komunitas @annyaobake menyatakan bahwa mereka masih aktif mencari bangunan lain di Indonesia yang memiliki unsur misterius dan memenuhi standar kriteria investigasi mereka. Mereka kini menetapkan syarat yang lebih ketat bagi setiap pengirim rekomendasi lokasi.
Syarat utama yang mereka ajukan adalah perlunya kepemilikan akses legal terhadap properti yang diajukan untuk diselidiki. Hal ini bertujuan untuk memastikan proses survei dapat berjalan sesuai prosedur dan etika yang berlaku.
"Saat ini kami masih membuka lowongan informasi, jadi kami tunggu kabar selanjutnya dari Anda. Mohon diperhatikan, mohon hanya memberikan informasi properti yang memang statusnya bisa dijual atau disewakan. Pastikan Anda adalah pemilik langsung atau memiliki akses langsung ke pemilik properti tersebut (bukan sekadar melihat bangunan kosong atau terbengkalai di jalan)," terang pihak komunitas tersebut.