Umat Muslim di wilayah Solo dan sekitarnya kini tengah menantikan momen berbuka puasa pada Selasa, 24 Februari 2026. Mengetahui waktu presisi sangat krusial agar ibadah yang dijalankan tetap sah dan sesuai dengan ketentuan syariat. Kepastian waktu ini menjadi acuan utama bagi masyarakat dalam mengakhiri ibadah menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar.
Data mengenai waktu berbuka ini dirilis secara resmi oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam di bawah naungan Kementerian Agama RI. Perbedaan geografis yang tipis antarwilayah membuat jadwal di Solo mungkin sedikit berbeda dengan daerah penyangga di sekitarnya. Oleh karena itu, warga diimbau untuk tetap mencermati jam masing-masing agar tidak terburu-buru maupun terlambat saat membatalkan puasa.
Mengakhiri puasa bukan sekadar membatalkan rasa lapar, melainkan juga bagian dari ibadah yang memiliki tuntunan khusus. Terdapat sejumlah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan guna menyempurnakan pahala bagi orang yang berpuasa. Salah satu poin utamanya adalah menyegerakan berbuka sesaat setelah kumandang adzan Maghrib terdengar dengan jelas sebagai bentuk ketaatan.
Dalam literatur bertajuk "Puasa Ibadah Kaya Makna", Dr. H. Miftah Faridl menjelaskan bahwa menyegerakan berbuka adalah kebiasaan mulia Rasulullah SAW. Selain itu, beliau menyarankan umat Islam untuk mengonsumsi buah kurma atau air putih sebagai menu pembuka yang paling ideal. Pilihan makanan sederhana ini mengandung hikmah kesehatan sekaligus mengikuti jejak spiritual sang Nabi dalam kesehariannya.
Sebelum menikmati hidangan utama, membaca doa berbuka puasa menjadi bentuk syukur yang paling nyata kepada Allah SWT. Doa tersebut idealnya dipanjatkan setelah seseorang meneguk air atau mencicipi makanan pertama kali untuk membatalkan puasa hari tersebut. Bacaan doa "Allaahumma laka shumtu" tetap menjadi pilihan populer yang diajarkan secara turun-temurun di tengah masyarakat Indonesia.
Islam juga menekankan pentingnya prinsip kesederhanaan dan tidak berlebihan saat menghadapi hidangan di meja makan. Mengonsumsi makanan secukupnya sangat disarankan agar kondisi fisik tetap bugar saat harus segera melaksanakan ibadah sholat Maghrib. Makan berlebihan justru berisiko mengganggu kekhusyukan ibadah dan membuat tubuh terasa lemas saat melakukan aktivitas setelah berbuka.
Dengan mengikuti jadwal resmi dari Kementerian Agama dan menjalankan sunnah, diharapkan kualitas ibadah puasa warga semakin meningkat. Jadwal yang akurat membantu masyarakat Solo Raya menjalankan rutinitas keagamaan dengan lebih teratur dan penuh ketenangan. Semoga setiap amalan yang dikerjakan pada hari ini diterima oleh Sang Pencipta sebagai pahala yang berlipat ganda.
Sumber: Infonasional