PORTAL7.CO.ID - Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi telah mengumumkan penetapan awal bulan Syawal 1447 Hijriah. Keputusan ini menetapkan bahwa tanggal 1 Syawal 1447 H akan jatuh pada hari Jumat Legi, bertepatan dengan 20 Maret 2026 Masehi.
Penetapan tanggal hari raya Idul Fitri ini didasarkan sepenuhnya pada penggunaan kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Muhammadiyah konsisten mengadopsi sistem ini sebagai landasan perhitungan dalam menentukan awal bulan Hijriah.
KHGT sendiri merupakan hasil dari keputusan yang diambil dalam Musyawarah Nasional (Munas) XXXII Tarjih Muhammadiyah sebelumnya. Sistem ini dirancang untuk mencapai unifikasi penanggalan Islam di seluruh dunia.
Tujuan utama dari penerapan KHGT adalah menyatukan permulaan bulan Hijriah melalui parameter astronomis yang terukur secara universal di berbagai belahan bumi. Hal ini menunjukkan komitmen Muhammadiyah terhadap kesatuan kalender Islam.
Kriteria utama yang digunakan dalam penetapan Syawal 1447 H ini adalah data astronomis yang telah terpenuhi sesuai dengan parameter KHGT. Data ini menjadi acuan utama perhitungan.
Berdasarkan analisis data astronomis tersebut, seluruh kriteria yang ditetapkan dalam KHGT untuk bulan Syawal tahun 1447 H telah terpenuhi dengan baik. Tidak ada kendala dalam pemenuhan syarat-syarat yang telah ditetapkan.
Lebih lanjut, wilayah Makkah dan lokasi pengamatan lainnya menunjukkan pemenuhan syarat elongasi minimal 8 derajat dan tinggi hilal minimal 5 derajat sebelum pukul 24.00 UTC. Kondisi ini mendukung penetapan tanggal tersebut.
"Di Makkah, matahari terbenam terjadi pada pukul 15:34:04 UTC dengan tinggi bulan +06° 09′ 09″ dan elongasi 08° 05′ 24″, melampaui batas yang ditetapkan," demikian disampaikan sebagai dasar perhitungan astronomis.
Muhammadiyah memandang bahwa penyatuan kalender Hijriah secara global merupakan sebuah keniscayaan yang harus diupayakan oleh umat Islam. Upaya ini disebut sebagai pelunasan hutang peradaban Islam.