PORTAL7.CO.ID - Situasi internal di kubu Real Madrid dilaporkan sedang berada di titik kritis menjelang pertemuan penting El Clasico melawan rival abadi mereka, Barcelona, dalam lanjutan La Liga. Ketegangan ini bersumber dari serangkaian insiden yang terjadi di pusat latihan klub yang berlokasi di Valdebebas.
Insiden paling signifikan melibatkan bentrokan fisik antara dua gelandang andalan tim, Aurélien Tchouaméni dan Federico Valverde, yang menjadi puncak ketegangan di ruang ganti Los Blancos. Kejadian ini terjadi pada Kamis, 8 Mei 2026, berdasarkan publikasi berita mengenai perkembangan tim.
Permasalahan ini terungkap setelah adanya perselisihan verbal yang kemudian meningkat menjadi kontak fisik antara kedua pemain tersebut. Disebutkan bahwa Valverde menolak untuk bersalaman dengan Tchouaméni, yang kemudian memicu eskalasi konflik.
Akibat dari kontak fisik tersebut, Federico Valverde dilaporkan mengalami luka ringan dan memerlukan penanganan medis sesaat setelah insiden berlangsung di area loker. Kondisi emosional tim disebut berada pada level terendah menjelang laga krusial ini.
Dikutip dari harian Marca, tingkat keparahan insiden tersebut digambarkan dengan sangat jelas. Marca menuliskan bahwa insiden tersebut merupakan "el incidente más grave jamás vivido en Valdebebas," menekankan betapa seriusnya bentrokan yang terjadi.
Meskipun terjadi keributan fisik yang melibatkan pemain kunci, manajemen klub dikabarkan mengambil keputusan untuk tidak memberikan sanksi disipliner formal kepada Tchouaméni maupun Valverde. Keputusan ini diambil untuk meredam situasi agar tidak semakin memburuk di hadapan publik.
Lebih lanjut, friksi juga terjadi antara pemain belakang, yakni bek muda Álvaro Carreras dan Antonio Rüdiger, yang berselisih selama sesi latihan. Intensitas latihan yang dianggap terlalu tinggi menjadi salah satu faktor pemicu ketegangan antar kedua pemain bertahan tersebut.
Krisis internal ini diperparah dengan adanya keretakan hubungan antara pelatih kepala, Álvaro Arbeloa, dengan sejumlah pemainnya. Setidaknya enam anggota skuat dikabarkan telah mengurangi intensitas komunikasi dengan sang pelatih karena ketidakpuasan terhadap dinamika kerja tim.
Tekanan besar untuk memastikan perolehan trofi di akhir musim ini diyakini menjadi akar permasalahan yang memicu keretakan emosional di dalam skuad Real Madrid. Manajemen kini tengah mempertimbangkan potensi rekonstruksi besar-besaran untuk musim mendatang menyusul ancaman nirgelar.