PORTAL7.CO.ID - Paris Saint-Germain (PSG) secara resmi mengunci satu tempat di babak final Liga Champions musim 2025/2026 setelah berhasil menyingkirkan rival kuat mereka, Bayern Munich, dalam laga semifinal. Kepastian ini didapat setelah kedua tim bermain imbang dengan skor 1-1 pada Kamis (7/5/2026) dini hari WIB.

Hasil imbang tersebut sudah cukup mengantarkan Les Parisiens melaju ke partai puncak karena unggul agregat skor keseluruhan 5-4 atas Bayern Munich. Ini merupakan pencapaian signifikan bagi klub asal Paris tersebut dalam kompetisi elit Eropa tersebut.

Kelolosan ini menandai keberhasilan kedua bagi PSG untuk tampil di partai puncak secara berturut-turut, menyusul keberhasilan mereka menjadi juara pada musim sebelumnya. Pencapaian ini menunjukkan konsistensi performa tim di bawah arahan pelatih saat ini.

Dilansir dari Detik Sport, PSG kini tercatat telah berhasil mencapai babak final sebanyak tiga kali dalam kurun waktu enam tahun terakhir. Prestasi ini menjadi sorotan mengingat dinamika skuad yang terjadi menjelang musim ini.

Keberhasilan PSG kembali menembus final menjadi sorotan unik karena terjadi setelah kepergian bintang mereka, Kylian Mbappe. Sebelumnya, saat masih diperkuat Mbappe, PSG hanya mampu mencapai satu kali final pada tahun 2020 sebelum akhirnya kalah dari Bayern Munich dengan skor tipis 0-1.

Statistik menunjukkan bahwa performa PSG cenderung kurang maksimal saat Mbappe masih menjadi bagian dari tim, dengan hanya dua kali mencapai semifinal dan lebih sering terhenti di babak 16 besar. Sebaliknya, setelah Mbappe pindah, performa klub justru menunjukkan peningkatan signifikan di kompetisi ini.

Menariknya, nasib berbeda dialami oleh Mbappe sejak ia bergabung dengan Real Madrid pada musim panas 2024. Klub yang berstatus sebagai juara bertahan saat itu justru mengalami tren negatif dengan selalu terhenti di babak perempatfinal dalam dua musim terakhir kompetisi.

Musim lalu, langkah Real Madrid dihentikan oleh Arsenal dengan agregat skor telak 1-5, dan musim ini mereka didepak oleh Bayern Munich dengan agregat 4-6. Kegagalan ini memperpanjang penantian Mbappe untuk meraih trofi Liga Champions pertamanya sebagai pemain.

Situasi ini memicu spekulasi mengenai dampak kehadiran Mbappe di klub barunya, di mana klub lamanya justru melaju konsisten ke final. Beberapa pengamat mulai menyuarakan pandangan bahwa keberadaan sang pemain memberikan tekanan atau dampak negatif pada keharmonisan internal Real Madrid saat ini.