PORTAL7.CO.ID - Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, menerima kunjungan dari tiga pendiri organisasi lingkungan Sungai Watch di kediamannya. Pertemuan penting ini berlangsung di Kelurahan Sumber, Kota Solo, Jawa Tengah, pada hari Selasa, 28 April 2026.

Agenda utama pertemuan tersebut adalah membahas strategi konkret dan kolaboratif untuk mengatasi masalah polusi limbah plastik yang mencemari ribuan sungai di seluruh Indonesia. Hal ini menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap isu lingkungan perairan.

Dalam audiensi tersebut, pihak Sungai Watch memaparkan inisiatif terbaru mereka, yaitu program ambisius bertajuk "Run for River". Program ini berupa aksi lari estafet dengan jarak tempuh mencapai 1.200 kilometer, membentang dari Bali hingga Jakarta.

Dilansir dari Beritasatu.com, organisasi Sungai Watch telah menunjukkan kontribusinya dengan memasang jaring penghalang sampah di lebih dari 400 titik sungai setiap harinya. Aksi ini berfokus pada wilayah padat seperti Bali dan Jawa Timur.

Sebagai simbol apresiasi dan hasil kerja nyata, para pendiri Sungai Watch menyerahkan cinderamata unik kepada Presiden Jokowi. Cinderamata tersebut merupakan hasil daur ulang limbah tas plastik kresek, meliputi kursi, tempat tisu, dan penyaring sampah yang terbuat dari paralon bekas.

Salah satu pendiri Sungai Watch, Gary Bencheghib, mengungkapkan kegembiraannya atas kesempatan berdiskusi kembali dengan mantan kepala negara tersebut. Ia mengingatkan bahwa mereka pernah bertemu sebelumnya saat peluncuran program Citarum Harum pada tahun 2018.

"Luar biasa bisa ketemu Bapak Jokowi untuk diskusi. Tadi kami sampaikan program yang tengah kami jalankan Run for River, yakni berlari dari Bali ke Jakarta kita masih sedang lari 1.200 kilometer," papar Gary Bencheghib.

Gary melanjutkan bahwa dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi menanyakan langkah konkret untuk memastikan seluruh sungai di Indonesia, yang jumlahnya melebihi 4.000, dapat benar-benar bersih dari polusi.

"Kemudian tadi bapak (Jokowi) sempat bertanya bagaimana supaya semua sungai di Indonesia betul-betul bersih, karena di Indonesia ada lebih dari 4.000 sungai," ungkap Gary Bencheghib.