PORTAL7.CO.ID - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, secara tegas menyatakan bahwa pembangunan Museum Marsinah yang berlokasi di Nganjuk, Jawa Timur, sepenuhnya didanai secara mandiri oleh serikat pekerja. Klarifikasi ini disampaikan sebagai respons terhadap rencana peresmian fasilitas tersebut oleh pemerintah pusat dalam waktu dekat.
Peristiwa ini terjadi pada Senin (4/5) di Hotel Grand Mansion, Menteng, Jakarta Pusat, ketika Andi Gani memberikan penjelasan mengenai sumber dana pembangunan museum yang didedikasikan untuk tokoh buruh tersebut. Penegasan ini penting dilakukan untuk meluruskan persepsi publik mengenai asal muasal pendanaan proyek tersebut.
Andi Gani memastikan bahwa tidak ada sentuhan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam realisasi pembangunan Museum Marsinah. "Saya tegaskan sekali lagi, bukan APBN. Tidak ada APBN, Kemnaker atau mana pun. KSPSI yang membangun," ujar Andi Gani, Presiden KSPSI.
Diaspora Gresik Kompak Galang Kekuatan Bangun SDM Unggul Lewat Sinergi Lintas Sektoral di TMII
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa sumber utama pendanaan berasal dari iuran anggota KSPSI, ditambah dengan kontribusi pribadi dirinya. "Dengan dana iuran anggota kami, sebagian besar, dan saya menambahkan. Tadi saya buka saja," tambah Andi Gani.
Kekuatan finansial organisasi ini, menurut Andi Gani, sangat didukung oleh aset yang dimiliki oleh koperasi anggota yang nilainya mencapai triliunan rupiah. Dana internal ini dimanfaatkan untuk membiayai berbagai kebutuhan operasional dan fasilitas tanpa perlu menyentuh anggaran negara.
"KSPSI Andi Gani memiliki aset koperasi Rp2,6 triliun. Jadi kami ini punya aset Rp2,6 triliun. Dari beberapa PUK besar kami yang memiliki aset sampai Rp2,6 triliun," ungkap Andi Gani, Presiden KSPSI.
Wasekjen PBNU Ungkap Akar Masalah Penundaan SK Pengurus Wilayah: Soroti Birokrasi Internal OKK
Aset finansial tersebut terdistribusi di berbagai unit kerja perusahaan yang berada di bawah naungan organisasi KSPSI. Kesediaan anggota untuk menyisihkan pendapatan mereka secara sukarela menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan pembangunan fisik yang bermanfaat bagi kaum buruh.
Andi Gani memberikan contoh spesifik mengenai aset yang mendukung proyek tersebut, menyoroti kontribusi dari beberapa PUK (Pimpinan Unit Kerja) besar. "Teman-teman boleh cek, aset koperasi KHT kami 750 miliar. Itu satu PT, satu PUK, ditulis saja. Lalu NOK itu sekitar 150 miliar," katanya, merinci bagaimana ratusan miliar rupiah terkumpul dari sekitar 20 perusahaan.
Di sisi lain, Presiden RI Prabowo Subianto telah mengonfirmasi rencana kehadirannya untuk meresmikan fasilitas yang diberi nama Museum Perjuangan Buruh tersebut. Peresmian dijadwalkan akan berlangsung pada hari Sabtu (2/5) di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur.