PORTAL7.CO.ID - Komunitas motor besar Hogers Indonesia secara resmi menyampaikan permohonan maaf dan belasungkawa terdalam menyusul insiden kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa seorang anak berusia 10 tahun di Nanggala, Toraja Utara. Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis, 30 April 2026, sekitar pukul 17.00 Wita, saat rombongan moge melintas di wilayah tersebut.
Ketua Hogers Indonesia, Yudi Djaja, tampil memberikan pernyataan resmi mengenai musibah yang menimpa putra dari Bapak Luther tersebut. Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral organisasi terhadap masyarakat setempat.
"Mengaturkan turut berdukacita yang dalam atas kembalinya adik, ananda, putra dari Bapak Luther dan Ibu. Dan juga permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini untuk masyarakat Toraja, khususnya Desa Nanggala," ujar Yudi Djaja, Ketua Hogers Indonesia.
Pihak komunitas menegaskan komitmen mereka untuk bertanggung jawab penuh atas seluruh dampak dari musibah yang terjadi. Mereka juga menyatakan akan menghormati dan mengikuti sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian setempat.
"Dan juga saya permohonan maaf untuk seluruh masyarakat yang dirugikan dan kami sebagai komunitas Hogers Indonesia bertanggung jawab penuh atas kejadian ini, apapun itu bentuknya, hukum sudah dijalankan dan sesuai dengan yang ada di Polres Toraja Utara," kata Yudi Djaja.
Selain pertanggungjawaban hukum formal, Yudi Djaja menekankan bahwa Hogers Indonesia akan menyelesaikan urusan secara sosial dan adat istiadat yang berlaku di Toraja Utara. Hal ini dilakukan untuk memulihkan hubungan baik dengan masyarakat terdampak.
"Dan juga untuk pertanggungjawaban ini secara sosial dan adat Toraja, saya akan bertanggung jawab, mewakili daripada pelaku yang mana kami pun akan memberikan sanksi sebagai komunitas kepada dia," jelasnya.
Kecelakaan tersebut bermula ketika korban, yang sedang menyaksikan iring-iringan motor besar di pinggir jalan, tertabrak. Diduga, salah satu pengendara melakukan manuver freestyle atau mengangkat roda depan sebelum kehilangan kendali.
Kasat Lantas Polres Toraja Utara, Muhammad Nasrum Sujana, mengonfirmasi kronologi awal berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian. "Menurut keterangan warga setempat, (moge) sedang dalam kecepatan tinggi kemudian lepas dari setir," ujar Muhammad Nasrum Sujana, Kasat Lantas Polres Toraja Utara.