Masyarakat di wilayah Jawa Tengah diminta untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap perubahan cuaca yang signifikan pada hari ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang memprediksi adanya guyuran hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Fenomena alam ini berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi yang dapat mengancam keselamatan warga di sejumlah titik.
Prakirawan Cuaca BMKG Ahmad Yani Semarang, Arif N, mengungkapkan bahwa kondisi atmosfer pada pagi hari secara umum terpantau berawan. Meskipun demikian, potensi hujan dengan skala ringan hingga sedang diperkirakan mulai membasahi sebagian wilayah Pantai Utara (Pantura) bagian timur. Masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir tersebut diharapkan tetap berhati-hati dalam menjalankan mobilitas harian mereka.
Memasuki periode siang hingga awal malam, cakupan hujan diprediksi akan semakin meluas ke berbagai penjuru provinsi. Arif N menyebutkan bahwa curah hujan ringan hingga sedang bakal tersebar secara merata dengan durasi waktu yang bervariasi di setiap daerah. Titik awal kemunculan awan hujan ini diperkirakan akan terkonsentrasi di wilayah pegunungan serta dataran tinggi terlebih dahulu. “Hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah pegunungan hingga dataran tinggi, Jateng bagian utara, dan sekitarnya,” jelas Arif N pada Senin (19/1/2026). Peringatan ini ditujukan khusus bagi wilayah-wilayah yang secara topografi rentan terhadap pergerakan tanah dan luapan air. BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang datang tiba-tiba.
Risiko bencana hidrometeorologi menjadi perhatian utama pemerintah dan otoritas terkait menyusul prakiraan cuaca yang kurang bersahabat ini. Potensi dampak yang mungkin timbul meliputi banjir, tanah longsor, hingga terjangan angin puting beliung yang merusak infrastruktur. Selain itu, ancaman sambaran petir, pohon tumbang, serta genangan air di jalan raya juga menjadi hal yang patut diwaspadai.
Secara teknis, suhu udara di wilayah Jawa Tengah diproyeksikan berada pada kisaran 18 hingga 32 derajat Celcius sepanjang hari. Tingkat kelembaban udara terpantau cukup tinggi, yakni berkisar antara 60 hingga 95 persen, yang mendukung pembentukan awan hujan. Data prakiraan ini berlaku secara spesifik untuk periode Senin (19/1/2026) mulai pukul 07.00 hingga 19.00 WIB.
BMKG terus mengimbau masyarakat untuk proaktif dalam memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal-kanal resmi yang tersedia. Kepatuhan terhadap instruksi dari pihak berwenang setempat sangat krusial guna meminimalkan risiko jatuhnya korban maupun kerugian materiil. Kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan, seperti membersihkan saluran air, juga sangat disarankan demi keamanan bersama.
Sumber: Infonasional