PORTAL7.CO.ID - Umat Islam di Indonesia tengah menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Pertengahan bulan suci semakin dekat, memicu pertanyaan mengenai urutan hari puasa yang dijalani.
Pada hari Sabtu, 14 Maret 2026, terdapat perbedaan perhitungan mengenai masuknya hari ke berapa dalam bulan Ramadhan. Perbedaan ini sering terjadi karena perbedaan metode penetapan awal puasa.
Berdasarkan kalender yang berlaku, Sabtu, 14 Maret 2026, menandai hari ke-24 puasa bagi mereka yang mengikuti ketetapan Pemerintah. Angka ini berbeda tipis dengan perhitungan versi Muhammadiyah.
Sementara itu, bagi warga yang mengikuti pandangan Muhammadiyah, tanggal yang sama, yaitu 14 Maret 2026, dihitung sebagai hari ke-25 pelaksanaan puasa.
Perbedaan dalam penentuan hari puasa ini secara umum disebabkan oleh perbedaan mendasar dalam metode yang digunakan, yaitu hisab (perhitungan matematis) dan rukyat (pengamatan langsung).
Hal ini menunjukkan keragaman pendekatan dalam menentukan dimulainya bulan Hijriah di Indonesia. Kedua metode ini sama-sama diakui dalam tradisi keagamaan di Tanah Air.
Meskipun terdapat perbedaan hitungan ini, umat Islam diimbau untuk senantiasa menjaga toleransi dan kerukunan di tengah perbedaan metodologis tersebut. Hal ini penting untuk menjaga keharmonisan beragama.
Umat juga disarankan untuk terus memantau jadwal imsakiyah harian yang dikeluarkan oleh otoritas keagamaan setempat. Informasi ini krusial untuk memastikan ketepatan waktu sahur dan berbuka puasa.
Artikel ini diterbitkan pertama kali pada Sabtu, 14 Maret 2026, pukul 19:46 WIB, dan mengalami pembaruan terakhir pada pukul 19:50 WIB. Penulis berita ini adalah Putra.