Persiapan agenda tahunan Kampoeng Ramadan Jogokariyan di Yogyakarta diwarnai oleh insiden yang tidak terduga pada pekan ini. Gapura utama yang menjadi ikon penyambutan pengunjung mengalami kerusakan cukup serius akibat tersenggol oleh sebuah truk yang melintas di kawasan tersebut. Kejadian ini sempat menarik perhatian warga sekitar dan para panitia yang tengah sibuk mempersiapkan acara.
Peristiwa kecelakaan tersebut dilaporkan terjadi pada Minggu siang, tepatnya tanggal 15 Februari 2026. Truk yang melintasi jalur tersebut diduga kurang memperhitungkan ketinggian atau lebar kendaraan saat melewati struktur gapura yang melintang di jalan. Akibat benturan tersebut, beberapa bagian dari konstruksi gapura mengalami kerusakan yang cukup signifikan sehingga memerlukan penanganan darurat segera.
Kampoeng Ramadan Jogokariyan sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi wisata religi paling populer di Indonesia selama bulan suci setiap tahunnya. Ribuan pengunjung biasanya memadati area ini setiap hari untuk menikmati berbagai hidangan berbuka puasa dan beribadah di Masjid Jogokariyan. Keberadaan gapura tersebut sangat penting sebagai penanda dimulainya rangkaian kegiatan besar bagi masyarakat setempat maupun wisatawan.
Humas Kampoeng Ramadan Jogokariyan, Ahmeda Edo, memberikan penjelasan resmi mengenai kronologi insiden tersebut kepada awak media pada Senin pagi. Ia membenarkan bahwa kejadian berlangsung pada Minggu siang dan pihaknya langsung mengambil langkah cepat untuk mengamankan lokasi kejadian. Edo menegaskan bahwa koordinasi internal segera dilakukan demi menjamin kelancaran persiapan pembukaan acara yang sudah dijadwalkan sebelumnya.
Segera setelah insiden terjadi, struktur gapura yang rusak tersebut langsung dibongkar oleh tim teknis di lapangan untuk alasan keamanan. Hal ini dilakukan untuk mencegah potensi bahaya bagi pengguna jalan lain yang melintas di bawah struktur yang sudah tidak stabil tersebut. Selain itu, pembongkaran ini menjadi langkah awal yang krusial sebelum proses perbaikan menyeluruh dapat dilakukan oleh panitia pembangunan.
Hingga Senin (16/2/2026), proses pembenahan dan rekonstruksi gapura terus dikebut oleh para sukarelawan dan pekerja ahli di lokasi. Panitia berkomitmen agar kerusakan ini tidak mengganggu jadwal pembukaan Kampoeng Ramadan yang telah dinantikan oleh banyak pihak di Yogyakarta. Tim di lapangan bekerja ekstra keras agar ikon penyambutan tersebut dapat berdiri kokoh kembali dalam waktu yang sangat singkat.
Meski sempat terjadi kendala teknis akibat kecelakaan tersebut, semangat panitia dalam menyambut bulan suci Ramadan tetap terlihat sangat tinggi. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan terus mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan yang akan segera dimulai di kawasan Jogokariyan. Insiden ini diharapkan menjadi bahan evaluasi penting bagi pengaturan lalu lintas kendaraan besar di sekitar area pemukiman padat penduduk tersebut.