Umat Muslim di seluruh wilayah Jawa Timur kini tengah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Penentuan awal bulan penuh berkah ini didasarkan pada keputusan resmi Kementerian Agama melalui sidang isbat yang digelar sebelumnya. Masyarakat diimbau untuk terus memantau jadwal waktu shalat dan berbuka agar ibadah berjalan dengan lancar.
Berdasarkan ketetapan pemerintah, 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh tepat pada hari Kamis, 19 Februari 2026 yang lalu. Informasi ini menjadi acuan utama bagi seluruh umat Islam di Indonesia dalam memulai rangkaian ibadah puasa satu bulan penuh. Hingga saat ini, pelaksanaan puasa di berbagai daerah terpantau kondusif dan penuh khidmat.
Kementerian Agama (Kemenag) juga telah merilis data resmi mengenai jadwal imsakiyah dan waktu berbuka puasa untuk berbagai kabupaten serta kota di Jawa Timur. Jadwal tersebut disusun secara presisi guna membantu masyarakat mengatur waktu ibadah harian mereka. Khusus untuk hari Selasa, 24 Februari 2026, terdapat rincian waktu Maghrib yang perlu diperhatikan oleh warga setempat.
Selain memperhatikan waktu, umat Muslim juga sangat dianjurkan untuk melafalkan doa saat saat berbuka puasa tiba. Rasulullah SAW dalam riwayat Abu Daud mengajarkan doa "Allahumma laka shumtu wa 'alaa rizqika afthartu" sebagai ungkapan syukur. Doa ini memiliki makna mendalam tentang pengabdian seorang hamba kepada Allah SWT atas rezeki yang diterima.
Terdapat pula variasi doa berbuka puasa yang sering dibaca oleh masyarakat luas dengan tambahan kalimat permohonan rahmat. Kalimat tersebut berbunyi "Allahummalaka shumtu wabika aamantu wa 'ala rizqika afthartu bi rahmatika ya arhamar rahimin". Penambahan ini menekankan aspek keimanan dan kasih sayang Allah yang melimpah bagi orang-orang yang berpuasa.
Waktu berbuka puasa pada hari Selasa, 24 Februari 2026, mencakup seluruh titik koordinat di wilayah Jawa Timur dari ujung barat hingga timur. Perbedaan waktu antar wilayah seperti Surabaya, Malang, dan Banyuwangi tetap merujuk pada perhitungan astronomis yang akurat. Masyarakat diharapkan dapat menyinkronkan jam mereka dengan waktu standar yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait.
Dengan adanya panduan jadwal resmi ini, diharapkan umat Muslim di Jawa Timur dapat menjalankan ibadah dengan lebih tertib dan tenang. Kesesuaian waktu berbuka menjadi momen yang paling dinanti setelah seharian penuh menahan lapar dan dahaga. Semoga ibadah puasa di tahun 1447 Hijriah ini membawa keberkahan dan ampunan bagi semua yang menjalankannya.
Sumber: Infonasional