PORTAL7.CO.ID - Cesc Fabregas kini tengah menjadi pusat perhatian di dunia manajerial sepak bola Eropa berkat prestasi gemilangnya di Italia. Ia berhasil membawa klub Como promosi ke kasta tertinggi pada tahun 2024 dan terus menunjukkan performa impresif hingga saat ini.
Keberhasilan tersebut membuat nama mantan gelandang timnas Spanyol itu santer dikaitkan dengan klub-klub besar di Liga Inggris untuk mengisi kursi kepelatihan. Dikutip dari Detik Sport, dua raksasa Premier League yakni Arsenal dan Chelsea dilaporkan menaruh minat besar untuk meminang jasanya.
Pada musim 2025/2026, Como di bawah arahan Fabregas memiliki peluang besar untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Saat ini, tim asuhannya tengah bersaing ketat di papan atas klasemen kompetisi Italia dengan performa yang sangat stabil.
Como tercatat berada di posisi yang sangat kompetitif dengan mengantongi 61 poin dari 34 pertandingan yang telah dijalani. Mereka hanya terpaut tiga poin dari Juventus yang menempati peringkat keempat, sehingga persaingan menuju zona Eropa semakin memanas.
"Keberhasilan mempertahankan performa di kasta tertinggi ini membuat Fabregas masuk dalam radar pemantauan klub-klub top dunia," kata pihak Sky Sports.
Meskipun pernah memperkuat kedua klub London tersebut saat masih aktif bermain, Fabregas dikabarkan memiliki preferensi tersendiri untuk masa depan kepelatihannya. Ia disebut-sebut lebih memilih untuk menangani Arsenal dibandingkan kembali ke Stamford Bridge karena alasan kenyamanan taktis.
"Sang pelatih lebih condong untuk melatih Arsenal ketimbang Chelsea karena adanya beberapa pertimbangan strategis yang melatarbelakangi keputusan tersebut," ujar sumber terdekat Fabregas.
Situasi di internal Chelsea dinilai cukup rumit bagi pelatih baru karena komposisi skuad yang terlalu besar dan didominasi oleh pemain muda. Selain itu, pengaruh pemilik klub dalam urusan teknis tim dianggap menjadi tantangan tersendiri bagi stabilitas manajer.
"Pemecatan Enzo Maresca menjadi salah satu bukti nyata tingginya tekanan pekerjaan di Stamford Bridge meskipun ia telah mempersembahkan trofi," kata redaksi dalam artikel tersebut.