ACEH - Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo meninjau langsung wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) pada Jumat (3/1/2025). Dalam kunjungan tersebut, Wakapolri menginstruksikan pengerahan alat berat secara maksimal untuk membuka akses dan membersihkan fasilitas umum, terutama tempat ibadah, serta menjamin ketersediaan air bersih bagi warga di pelosok.
Peninjauan ini dilakukan dalam rangka mengawal percepatan pemulihan pasca-bencana, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Polri memastikan alat berat telah diterjunkan ke titik-titik krusial, tidak hanya untuk normalisasi akses jalan, tetapi juga fokus pada pemulihan fasilitas publik.
"Kami memastikan alat berat bekerja maksimal, tidak hanya untuk membuka akses jalan, tetapi juga membantu warga membersihkan masjid-masjid dan tempat ibadah lainnya yang tertimbun lumpur. Kami ingin aktivitas spiritual masyarakat kembali pulih secepat mungkin," ujar Komjen Pol. Dedi Prasetyo saat meninjau lokasi bencana.
Selain pembersihan fasilitas umum, Wakapolri menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Menanggapi keluhan warga di wilayah terpencil seperti Dusun Bidari (Aceh Utara) dan pelosok Tapanuli Tengah, Komjen Dedi Prasetyo memerintahkan jajaran Polres dan Polsek untuk proaktif memetakan kebutuhan air bersih di wilayah hukum masing-masing.
"Kebutuhan air bersih adalah prioritas utama. Saya telah menginstruksikan agar setiap Polres dan Polsek memastikan distribusi air bersih menjangkau hingga pelosok desa sesuai kebutuhan yang dilaporkan masyarakat," tegasnya.
Polri berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan tersebut melalui pengiriman mobil tangki maupun pembuatan sumur bor di titik-titik strategis. Selain itu, pendistribusian sembako juga terus dilakukan ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.
.png)
.png)

