BANYUWANGIAngka kemiskinan di Kabupaten Banyuwangi dilaporkan terus menurun, namun laju penurunan tersebut dinilai terlalu minim. Penurunan ini kontras dengan alokasi anggaran besar di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Banyuwangi untuk sewa kendaraan mewah, yang mencapai Rp2,7 miliar selama tiga tahun.

Berdasarkan data yang ada, angka kemiskinan di Banyuwangi tercatat 6,13% pada Maret 2025, turun tipis dari 6,54% pada Maret 2024. Meskipun ada penurunan, jumlah penduduk miskin di kabupaten tersebut masih berada di kisaran 100,13 ribu jiwa.

Koordinator Center For Budget Analisis (CBA), Jajang Nurjaman, menilai penurunan angka kemiskinan tersebut masih jauh dari harapan. Menurutnya, laju penurunan yang minim ini mengindikasikan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuwangi belum serius dalam mengalokasikan porsi anggaran yang memadai bagi masyarakat miskin.

"Penurunan yang terjadi masih minim. Ini menunjukkan bahwa Pemkab Banyuwangi belum serius memberikan porsi anggaran kepada orang-orang miskin," ujar Jajang Nurjaman dalam keterangannya (3/1).

Soroti Anggaran Sewa Kendaraan Mewah

Iklan Setalah Paragraf ke 5

CBA menyoroti adanya alokasi anggaran yang dinilai tidak proporsional di Bagian Umum Setda Banyuwangi. Jajang menyebut, dari tahun anggaran 2024 hingga 2026, Setda Banyuwangi mengalokasikan total Rp2,7 miliar untuk pos anggaran Sewa Kendaraan Bermotor Penumpang.