PORTAL7.CO.ID - Proses seleksi terbuka untuk Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang telah memasuki tahap akhir dengan diumumkannya tiga nama kandidat terbaik. Pengumuman resmi ini disampaikan oleh Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Terbuka JPT Pratama, Sumarno, pada Selasa (28/4/2026).
Dilansir dari Detikcom, tiga nama yang berhasil lolos ke tahap penentuan akhir ini tertuang dalam surat bernomor 22/Pansel-JPTSekda/IV/2026. Tiga kandidat tersebut adalah Bambang Pramusinto dan Budi Prakosa yang merupakan pejabat dari lingkungan Pemerintah Kota Semarang, serta Handi Priyanto yang berasal dari Pemerintah Kota Malang.
Sumarno menjelaskan bahwa seluruh rangkaian pengujian telah rampung dilaksanakan oleh tim pansel dan hasilnya kini telah diserahkan sepenuhnya kepada Wali Kota Semarang. Tugas tim pansel dianggap telah selesai setelah berhasil menyaring peserta hingga menyisakan tiga nama terbaik.
"Proses sudah kita lakukan, tugas pansel sudah selesai. Kita menyampaikan hasilnya tiga besar, kita serahkan ke Bu Wali Kota," kata Sumarno, Sekretaris Daerah Jawa Tengah.
Keputusan memasukkan satu kandidat dari luar daerah, yakni dari Kota Malang, ditegaskan Sumarno sebagai bukti bahwa proses penilaian yang dilakukan sangat tidak memihak. Penilaian tersebut didasarkan pada kesetaraan kompetensi dan rekam jejak pengalaman para peserta.
"Kita penilaiannya objektif, dari Kota Malang juga. Kalau latar belakang, kompetensi, pengalaman, kan sama," ujar Sumarno, Ketua Pansel.
Kemudahan Akses Transportasi Gratis: Dishub DKI Sasar Lansia dan Disabilitas di CFD Bundaran HI
Penilaian akhir ditentukan melalui akumulasi skor dari lima anggota tim pansel yang memberikan penilaian secara mandiri. Proses kolektif ini bertujuan untuk mendapatkan hasil peringkat yang paling akurat bagi tiga posisi teratas.
"Kita dari tim Pansel menilai secara objektif, kita berlima, dan kita menilai sendiri-sendiri, baru digabung hasilnya. Hasilnya ya masuk tiga besar," lanjut Sumarno, Ketua Pansel.
Rangkaian seleksi yang telah dilalui oleh para kandidat mencakup berbagai instrumen penilaian ketat, mulai dari uji kompetensi yang dilaksanakan di Universitas Negeri Semarang (UNS), pembuatan makalah, hingga tahap wawancara mendalam.