Suasana di lingkungan TKIT Ibnu Sina Cawas, Klaten mendadak tegang setelah penemuan seekor ular berbisa pada Selasa (24/2/2026). Kehadiran predator mematikan ini memicu kekhawatiran besar karena lokasinya berada tepat di lingkungan institusi pendidikan anak-anak. Beruntung, tim relawan dari Exalos Indonesia segera merespons laporan untuk mengamankan situasi berbahaya di lokasi kejadian tersebut.
Insiden ini pertama kali terungkap saat seorang tukang bangunan sedang melakukan rehabilitasi pada pondasi bagian belakang sekolah tersebut. Pekerja itu dikejutkan oleh penampakan ular berwarna hitam pekat yang melintas di sela-sela tumpukan kayu serta material bangunan. Merasa terancam, pihak yayasan sekolah langsung menghubungi tenaga ahli guna menghindari jatuhnya korban jiwa akibat gigitan ular.
Mardiyono, relawan Exalos Indonesia regional Klaten, menceritakan bahwa ular tersebut sempat bersembunyi saat hendak ditangkap oleh timnya. Bersama rekannya yang bernama Rais, ia harus membongkar tumpukan kayu dengan sangat hati-hati untuk menemukan posisi pasti sang reptil. Setelah pencarian yang intens, tim akhirnya berhasil meringkus ular kobra jawa atau *Naja sputatrix* jantan tersebut. "Tadi siang ada laporan ular kobra lokasinya di pondasi belakang TKIT Ibnu Sina Cawas. Diketahui tukang batu yang kaget," ungkap Mardiyono saat menjelaskan kronologi awal penemuan predator tersebut. Ular kobra yang berhasil dievakuasi petugas memiliki ukuran yang cukup besar, yakni mencapai panjang lebih dari satu meter. Keberhasilan evakuasi ini memberikan rasa lega bagi pihak sekolah dan para pekerja konstruksi.
Menanggapi kejadian ini, Mardiyono memberikan imbauan serius kepada pengelola sekolah untuk senantiasa menjaga kebersihan area lingkungan sekitar. Ia menyarankan agar semua lubang yang berpotensi menjadi akses masuk bagi hewan melata segera ditutup dengan rapat. Selain itu, pemasangan saringan pada setiap pipa pembuangan air juga dinilai sangat penting untuk mencegah masuknya ular.
Tidak berselang lama setelah menangani kobra, tim Exalos kembali menerima panggilan darurat dari warga di Desa Japanan, Kecamatan Cawas. Di lokasi kedua ini, seekor ular jali ditemukan sedang bertengger di dahan pohon kelengkeng tepat di depan rumah penduduk. Proses evakuasi di lokasi kedua relatif lebih cepat karena posisi ular yang tidak terlalu tinggi dan mudah dijangkau petugas.
Ular jali yang diamankan di Desa Japanan tersebut diketahui memiliki panjang sekitar dua meter dan termasuk jenis ular tidak berbisa. Mardiyono menegaskan bahwa kewaspadaan masyarakat harus tetap ditingkatkan terutama saat kondisi lingkungan sedang lembap atau rimbun. Seluruh ular hasil evakuasi tersebut kini telah diamankan untuk nantinya dilepaskan kembali ke habitat yang jauh dari pemukiman warga.
Sumber: Infonasional