PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) secara resmi melakukan kajian ulang mendalam terhadap usulan perluasan layanan bus Trans Jatim di wilayah Kota Malang. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap penambahan rute memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat sebelum diimplementasikan.

Keputusan untuk meninjau kembali usulan tersebut dikeluarkan pada Selasa (5/5/2026), menyusul adanya permintaan dari Pemerintah Kota Malang untuk menambah jangkauan layanan transportasi publik tersebut. Penambahan rute baru, khususnya yang menyasar kawasan strategis Jalan Soekarno-Hatta, diputuskan belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

Otoritas provinsi memilih mengambil sikap hati-hati dalam pengembangan jaringan transportasi publik ini. Prioritas utama saat ini adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap koridor layanan Trans Jatim yang sudah beroperasi untuk menjamin kualitas pelayanan tetap optimal di semua lini.

Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan langsung terkait pemanfaatan armada bus yang sudah melayani area Malang. Pemantauan ini bertujuan mengukur seberapa efektif penggunaan bus pada jalur-jalur yang saat ini tersedia.

"Trans Jatim ini kan baru berjalan di Kota Malang, kami kemarin meninjau utilisasinya, relatif normal. Bukan betul-betul penuh, tetapi sudah agak meningkat," ujar Emil Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur.

Fokus pengamatan Pemprov Jatim saat ini terpusat pada tiga titik sentral yang menjadi tulang punggung operasional koridor yang ada. Ketiga titik tersebut meliputi Terminal Hamid Rusdi, Terminal Landungsari, dan kawasan Kota Batu, sebagai area utama layanan bus.

Pemprov Jatim tengah mengumpulkan data komprehensif mengenai tingkat keterisian penumpang serta masukan langsung dari para pengguna jasa transportasi tersebut. Data ini krusial sebagai dasar pengambilan keputusan terkait pengembangan di masa mendatang.

"Sehingga kami akan pastikan dulu, karena ada tiga titik, Hamid Rusdi, Landungsari, dan Kota Batu, kita fokus koridor itu. Kita lihat dulu sampai mendapatkan feedback dari pengguna layanan, itu fokus kita dulu," tutur Emil Dardak menambahkan.

Meskipun dilakukan penundaan, Pemprov Jatim memastikan bahwa aspirasi yang disampaikan oleh pemerintah daerah setempat tetap menjadi bahan pertimbangan penting. Pembahasan lebih lanjut mengenai rencana rute baru akan dilanjutkan setelah semua data evaluasi lapangan berhasil dikumpulkan secara menyeluruh.