Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kulon Progo mengakibatkan bencana tanah longsor di Kecamatan Nanggulan. Peristiwa ini terjadi tepatnya di Padukuhan Gayam, Kelurahan Banyuroto, pada Minggu malam yang lalu. Akibat musibah tersebut, satu unit rumah milik warga dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius setelah tertimpa material tanah.
Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, longsor terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Material tanah berasal dari tebing setinggi 12 meter yang berada tepat di dekat pemukiman penduduk setempat. Luapan material longsor tersebut memiliki lebar mencapai 15 meter sehingga menutup sebagian besar area bangunan rumah.
Wilayah Nanggulan memang dikenal memiliki kontur tanah yang berbukit dan rawan terjadi pergerakan tanah saat musim penghujan. Intensitas hujan yang sangat tinggi dan berdurasi lama menjadi pemicu utama rapuhnya struktur tebing di lokasi kejadian. Kondisi cuaca ekstrem ini sebenarnya telah diwaspadai oleh warga sekitar sejak beberapa hari terakhir.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulon Progo, Budi Prastawa, memberikan keterangan resmi terkait kronologi kejadian tersebut pada Senin pagi. Beliau menjelaskan bahwa peristiwa ini dipicu sepenuhnya oleh hujan deras dengan durasi yang sangat lama di wilayah tersebut. Pihaknya segera melakukan koordinasi dengan tim lapangan untuk melakukan pendataan serta langkah darurat.
Kerusakan pada rumah warga mencakup bagian dinding dan atap yang terkena hantaman material tanah serta bebatuan dari tebing. Meskipun kerusakan bangunan fisik cukup nyata, beruntung tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden tengah malam ini. Pemilik rumah beserta anggota keluarganya berhasil menyelamatkan diri sesaat setelah mendengar suara gemuruh dari arah perbukitan.
Tim reaksi cepat dari BPBD bersama relawan dan warga setempat mulai melakukan upaya pembersihan material longsor pada keesokan harinya. Evakuasi dilakukan secara manual dan menggunakan alat seadanya untuk membuka akses jalan yang sempat tertimbun tanah. Pihak berwenang juga telah menyalurkan bantuan logistik darurat kepada keluarga yang terdampak langsung oleh bencana tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan mengingat curah hujan yang masih cukup tinggi. BPBD Kulon Progo terus memantau titik-titik rawan longsor di seluruh wilayah guna meminimalisir risiko kerugian lebih lanjut. Kesiapsiagaan warga menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman bencana alam di wilayah perbukitan seperti Nanggulan.