PORTAL7.CO.ID - Klub raksasa Brasil, Palmeiras, secara resmi menyatakan keluar dari keanggotaan liga sepak bola bentukan baru bernama Libra pada hari Kamis, tanggal 5 Mei 2026. Keputusan dramatis ini menandai adanya keretakan serius dalam struktur aliansi kompetisi sepak bola Brasil yang baru dibentuk tersebut.
Keputusan ini diambil setelah anggota blok menyetujui penyesuaian nilai distribusi hak siar televisi yang memberikan keuntungan finansial tambahan substansial kepada Flamengo. Jumlah keuntungan tambahan yang disepakati tersebut diperkirakan mencapai Rp150 miliar selama periode lima tahun ke depan.
Pengunduran diri Palmeiras dipicu oleh ketidakpuasan mendalam manajemen klub terhadap arah kepemimpinan dan mekanisme pembagian pendapatan yang diterapkan di dalam grup Libra. Meskipun demikian, kontrak penyiaran yang sudah berlaku hingga tahun 2029 tidak akan terpengaruh oleh keputusan ini.
Namun, Palmeiras kini memiliki kebebasan penuh untuk menentukan arah negosiasi hak siar televisi mereka sendiri untuk siklus kompetisi berikutnya yang dimulai pada tahun 2030. Hal ini memberikan klub tersebut otonomi lebih besar dalam mengelola aset komersial mereka.
Pihak Palmeiras menyampaikan pernyataan resmi mengenai langkah mereka, mengemukakan bahwa meskipun blok tersebut telah mencapai beberapa kemajuan, terdapat masalah mendasar yang menghambat persatuan. "Sangat jelas bahwa blok tersebut telah mencapai pencapaian, termasuk kesepakatan hak siar TV yang berlaku saat ini. Namun, selama proses ini, tindakan egois – bahkan predatoris – telah membuat kohesi yang diperlukan untuk menciptakan model bersama dalam manajemen dan tata kelola menjadi tidak mungkin," kutip pihak Palmeiras dalam nota resmi mereka.
Presiden Palmeiras, Leila Pereira, sebelumnya telah memberikan sinyal kuat mengenai niatnya untuk meninggalkan aliansi tersebut karena merasa model tata kelola yang ada sudah tidak lagi berkelanjutan. Beliau menilai sikap individualistis dari beberapa anggota telah menggerus visi awal pembentukan liga yang seharusnya bersatu.
Konflik internal ini berakar dari perselisihan ketika Flamengo menuntut transparansi lebih besar dalam pembagian pendapatan sebesar 30 persen berdasarkan kriteria audiens. Melalui jalur hukum yang ditempuh Flamengo, mereka berhasil menekan anggota Libra lainnya untuk menyetujui alokasi dana tambahan yang signifikan.
Dana tambahan sebesar Rp37,5 miliar per musim hingga tahun 2029 tersebut merupakan hasil tekanan hukum dari Flamengo terhadap anggota Libra lainnya, sebagai bagian dari penyelesaian sengketa pembagian pendapatan hak siar.
Ketegangan semakin memuncak ketika adanya akses promosi klub Remo ke Serie A pada tahun 2026 tanpa disertai peningkatan nilai kontrak dari stasiun televisi, yang memaksa 10 klub anggota harus berbagi nilai kontrak yang jumlahnya tetap. Kondisi ini juga mendorong klub lain seperti Atletico-MG dan Vitoria untuk terlebih dahulu memilih hengkang dari blok tersebut.