PORTAL7.CO.ID - Antoine Semenyo, penyerang andalan Manchester City, tengah bersiap menghadapi pertandingan krusial melawan Arsenal yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 19 April 2026. Laga ini menjadi momentum penting bagi The Citizens dalam upaya mereka memangkas jarak poin dengan The Gunners yang saat ini memimpin klasemen Liga Primer Inggris.

Sepanjang musim ini, Semenyo telah menunjukkan performa gemilang dengan koleksi 15 gol di kompetisi liga. Pemain berusia 26 tahun tersebut dikenal luas karena fleksibilitasnya yang mampu mengisi berbagai posisi di lini serang, mulai dari ujung tombak hingga peran di sektor gelandang.

Dalam sebuah perbincangan di AllOutFootball Podcast, Semenyo memaparkan bagaimana perjalanan karier profesionalnya menuntut adaptasi di berbagai area lapangan. Ia menegaskan kesiapannya untuk ditempatkan di posisi mana pun sesuai dengan kebutuhan strategi tim di lapangan hijau.

"Sejujurnya saya bisa bermain di mana saja, saya memulainya sebagai pemain nomor sembilan, lalu gelandang, kembali menjadi penyerang tengah, dan sekarang sebagai pemain sayap," ujar Antoine Semenyo.

Mantan pemain AFC Bournemouth ini juga memberikan rincian lebih lanjut mengenai posisi yang paling membuatnya nyaman saat bertanding. Hal tersebut terungkap saat ia menjawab pertanyaan dari mantan bek Manchester City, Joleon Lescott, mengenai area operasional favoritnya.

"Saya paling menikmati bermain di posisi sayap kanan dan kiri," kata Antoine Semenyo menjelaskan preferensi pribadinya.

Selain fokus pada karier di level klub, Semenyo turut merefleksikan pengalamannya membela Tim Nasional Ghana sejak debut internasionalnya pada tahun 2022. Hingga saat ini, ia telah mencatatkan 34 penampilan dan menyumbangkan tiga gol bagi The Black Stars, termasuk gol penentu kemenangan saat melawan Angola pada 2023.

Ia mengakui adanya beban psikologis yang signifikan saat memperkuat negaranya karena ekspektasi suporter yang sangat tinggi. Publik sepak bola Ghana kerap menuntut performa sempurna dan hasil instan dalam setiap pergerakan yang ia lakukan di lapangan.

"Di Ghana, ekspektasinya adalah setiap bola yang saya sentuh harus berakhir di dalam gawang, jika tidak, maka Anda dianggap buruk, begitulah cara mereka menilai," ungkap Antoine Semenyo.