PORTAL7.CO.ID - Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, tengah menyiapkan langkah strategis untuk mempercepat distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Fokus utama akselerasi ini diarahkan pada institusi pendidikan berbasis agama di seluruh penjuru Indonesia.

Komitmen tersebut disampaikan langsung saat beliau melakukan peninjauan lapangan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Jogja pada Kamis pagi, 16 April 2026. Langkah ini diambil sebagai solusi praktis dalam mengatasi hambatan distribusi yang selama ini terjadi di lapangan.

Berdasarkan data yang dilansir dari Detikcom, terdapat kesenjangan yang cukup signifikan dalam penyaluran bantuan pangan antara sekolah umum dan sekolah agama. Saat ini, cakupan program di sekolah umum sudah melampaui 80 persen, sementara sekolah agama baru mencapai angka 20 persen.

"Saya sedang berupaya keras agar sekolah berbasis agama seperti MAN, Tsanawiyah, hingga Pondok Pesantren bisa segera mendapatkan percepatan akses program MBG ini," ujar Zulkifli Hasan.

Ketimpangan statistik tersebut dinilai sebagai tantangan dalam memberikan pelayanan publik yang merata bagi seluruh siswa. Pemerintah menargetkan adanya peningkatan rasio penerima manfaat agar tidak ada kelompok pendidikan yang tertinggal dalam pemenuhan gizi nasional.

"Kondisi saat ini menunjukkan sekolah umum sudah di atas 80 persen, sedangkan sekolah berbasis agama baru berkisar 15 sampai 20 persen, dan hal tersebut terasa kurang adil," kata Zulkifli Hasan.

Dalam kunjungannya ke MAN 1 Jogja, Menko Pangan juga memastikan kualitas nutrisi yang disajikan kepada para siswa telah memenuhi standar kesehatan. Ia mengapresiasi komposisi menu yang seimbang karena telah mencakup unsur karbohidrat, protein, hingga serat.

"Menu yang ada sudah sangat baik karena mencakup protein dari telur, nasi goreng, buah, hingga sayuran yang kaya akan serat dan karbohidrat lengkap," jelas Zulkifli Hasan.

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah akan menerapkan skema pelayanan khusus untuk menjamin hak yang sama bagi peserta didik di pesantren dan madrasah. Program ini dirancang agar standarisasi gizi nasional dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan institusi pendidikan.