PORTAL7.CO.ID - PT Hutama Karya (Persero) mengambil langkah strategis dengan menyiapkan ruas Tol Palembang-Betung untuk operasional fungsional selama periode Lebaran 2026. Kebijakan ini diberlakukan guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang signifikan saat arus mudik dan balik berlangsung. Kehadiran jalur ini diharapkan menjadi solusi efektif dalam memecah titik-titik kepadatan lalu lintas di wilayah Sumatera Selatan.
Hingga akhir Februari 2026, progres pengerjaan fisik jalan tol yang menjadi bagian integral dari Jalan Tol Trans Sumatera ini telah menyentuh angka 79,40 persen. Meskipun konstruksi masih terus berjalan, pihak pengelola memastikan jalur tersebut telah melewati serangkaian uji teknis yang ketat. Standar keamanan tetap menjadi prioritas utama agar segmen ini layak dilalui kendaraan dalam masa operasional terbatas.
Rencananya, pembukaan jalur fungsional ini akan mencakup jarak sepanjang 53,2 kilometer yang membentang dari STA 42+500 hingga STA 95+700. Akses tersebut akan dibuka pada kedua sisi jalan, yakni Jalur A dan Jalur B, untuk melayani pemudik dari berbagai arah. Langkah teknis ini diambil untuk memastikan distribusi beban kendaraan tidak hanya menumpuk pada jalan arteri nasional yang ada.
Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyatakan bahwa pengoperasian ini bertujuan membantu mobilitas masyarakat pada puncak arus mudik. Ia menegaskan bahwa ketersediaan jalur fungsional sangat krusial dalam meminimalisir potensi penumpukan kendaraan di titik-titik rawan. "Pengoperasian fungsional ini diharapkan bisa membantu mengurai kepadatan lalu lintas serta memperlancar mobilitas masyarakat," ungkapnya dalam keterangan resmi.
Untuk mendukung kelancaran transaksi, pengelola telah menyiapkan gerbang tol sementara atau *barrier gate temporary* di STA 41+700. Fasilitas ini diperuntukkan bagi pengguna jalan yang baru saja melintasi ruas Tol Kayuagung-Palembang agar proses pembayaran tetap berjalan lancar. Selain itu, Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) juga disiagakan di STA 71+200 dengan fasilitas air bersih dan listrik yang memadai.
Manajemen lalu lintas akan diperkuat dengan penempatan personel di berbagai titik kritis serta koordinasi intensif bersama instansi terkait. Hutama Karya juga menjamin keberfungsian perangkat keselamatan seperti rambu-rambu, marka jalan sementara, dan penerangan jalan yang optimal. Penyiagaan kendaraan operasional serta tim medis darurat turut disiapkan untuk mengantisipasi segala kemungkinan gangguan teknis di lapangan.
Melalui kanal informasi resmi, perusahaan berkomitmen memberikan pembaruan kondisi lalu lintas secara *real-time* kepada seluruh pengguna jalan. Aspek keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan tetap menjadi pilar utama dalam pelayanan selama masa fungsional Lebaran 2026 ini. Dengan persiapan yang matang, Hutama Karya optimis dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik dan aman bagi para pemudik.
Sumber: Infonasional