PORTAL7.CO.ID - Umat Islam di seluruh dunia bersiap menyambut kedatangan bulan suci Ramadan yang penuh dengan keberkahan dan ampunan. Sebagai salah satu rukun Islam, menjalankan puasa wajib menjadi agenda utama bagi setiap Muslim selama satu bulan penuh. Di Indonesia, durasi menahan lapar dan dahaga ini umumnya berlangsung selama 12 hingga 13 jam setiap harinya.

Salah satu rukun puasa yang sangat krusial adalah membaca niat sebelum fajar menyingsing di ufuk timur. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menekankan bahwa niat puasa wajib Ramadan sebaiknya dilakukan pada malam hari untuk menjaga keabsahannya. Ketentuan ini sejalan dengan mayoritas pandangan ulama di tanah air guna memastikan kesiapan batin dalam beribadah.

Dalam Mazhab Syafi'i, niat puasa harus diperbarui setiap malam sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam kitab Hasyiyatul Iqna'. Namun, terdapat alternatif dari Mazhab Maliki yang memperbolehkan pembacaan niat sekaligus untuk satu bulan penuh pada malam pertama. Perbedaan pandangan ini memberikan kemudahan bagi umat dalam menjalankan kewajiban sesuai keyakinan masing-masing.

Kegiatan makan sahur sangat dianjurkan dilakukan pada sepertiga malam terakhir atau menjelang waktu subuh tiba. Rasulullah SAW bersabda bahwa dalam aktivitas sahur terdapat keberkahan yang besar bagi orang yang akan berpuasa. Khusus untuk wilayah Purwokerto dan sekitarnya, jadwal imsak pada 2 Maret 2026 menjadi acuan penting bagi warga setempat.

Masyarakat Indonesia mengenal waktu imsak sebagai penanda untuk mulai berhati-hati dan berhenti mengonsumsi makanan berat. Meskipun demikian, umat masih diperbolehkan untuk sekadar minum hingga kumandang adzan Subuh benar-benar terdengar. Puasa secara resmi dimulai sejak terbit fajar shadiq hingga matahari terbenam di ufuk barat saat waktu Maghrib.

Momen berbuka puasa merupakan saat yang paling dinantikan setelah seharian penuh menunaikan ibadah menahan hawa nafsu. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menyegerakan berbuka begitu adzan Maghrib berkumandang tanpa menunda-nunda waktu lagi. Hal ini didasarkan pada hadis riwayat Tirmidzi yang menyebutkan bahwa Allah sangat mencintai hamba yang menyegerakan berbukanya.

Melafalkan doa berbuka puasa menjadi pelengkap ibadah yang mendatangkan pahala serta rasa syukur atas rezeki dari-Nya. Doa yang umum digunakan merujuk pada riwayat Abu Daud yang berbunyi "Allahumma laka shumtu wa 'alaa rizqika afthartu". Dengan memahami tata cara yang benar, diharapkan ibadah Ramadan di Purwokerto tahun 2026 dapat berjalan khidmat.

Sumber: Infonasional

https://www.infonasional.com/tata-cara-puasa-ramadan-2-maret-2026