PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Indonesia terus berupaya mencari solusi praktis untuk mengatasi kendala kemacetan kronis di jalur darat Bali. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah memperkuat konektivitas melalui jalur laut dengan pengembangan proyek moda transportasi water taxi.
Proyek ini direncanakan akan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai langsung menuju kawasan wisata populer, Canggu. Kehadiran transportasi air ini disiapkan sebagai alternatif mobilitas yang efisien bagi wisatawan maupun masyarakat lokal, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
"Canggu termasuk tiga besar destinasi wisata dengan minat tertinggi baik wisatawan domestik maupun wisatawan manca negara di Bali. Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk komponen investasi awal adalah sebesar Rp 1,21 triliun," jelas Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan.
Dalam rancangan teknisnya, faktor keamanan pelayaran menjadi prioritas utama pemerintah mengingat kondisi ombak di beberapa titik perairan Bali cukup menantang bagi kapal berukuran kecil. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur tambahan akan dilakukan untuk melindungi lintasan taksi air tersebut.
"Langkah percepatan terus dilakukan, mulai dari penyelesaian studi hingga penyusunan desain teknis, agar implementasi proyek ini tepat waktu," ungkap Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan.
Rencana pengembangan ini telah melewati tahap uji kelayakan mendalam yang dilakukan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama PT Angkasa Pura Indonesia. Berdasarkan hasil studi, jalur laut dari wilayah Sekeh menuju Berawa dinilai sangat potensial untuk dikembangkan sebagai rute prioritas.
"Penggunaan jalur laut diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh secara signifikan dibandingkan perjalanan darat yang biasanya memakan waktu hingga dua jam," kata Heru Widodo, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
Transformasi moda transportasi ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi para pelancong yang ingin menuju kawasan Bali Utara dan Barat. "Dengan kehadiran water taxi, waktu tempuh tersebut dapat dipangkas menjadi maksimal 30 menit, sehingga memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa sekaligus meningkatkan daya saing destinasi," tambah Heru Widodo, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
Saat ini, pihak pengelola tengah berfokus pada penyelesaian detail desain teknis dan pemenuhan seluruh persyaratan regulasi yang diperlukan. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh aspek operasional berjalan sesuai dengan standar keselamatan transportasi nasional yang berlaku.