Sertifikasi mutu pangan tradisional kini menjadi isu krusial dalam upaya melestarikan warisan kuliner Indonesia sekaligus memperluas jangkauan pasarnya. Langkah ini tidak hanya menjamin keamanan konsumsi, tetapi juga memastikan standar kualitas bahan baku tetap terjaga dari hulu ke hilir.
Data menunjukkan bahwa konsumen modern semakin menuntut transparansi asal usul dan proses pengolahan makanan yang mereka santap. Oleh karena itu, skema sertifikasi seperti Indikasi Geografis (IG) atau sertifikasi Halal menjadi instrumen penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap produk lokal.
Kuliner tradisional seringkali menghadapi tantangan standarisasi rasa dan ketahanan produk karena prosesnya yang masih sangat bergantung pada resep turun temurun. Tantangan ini memerlukan intervensi teknologi dan edukasi agar produk lokal dapat diproduksi secara massal tanpa mengurangi esensi otentiknya.
Menurut Dr. Siti Aminah, pakar ketahanan pangan, sertifikasi adalah paspor bagi produk kuliner untuk memasuki pasar ekspor yang ketat. Beliau menambahkan bahwa pengakuan mutu secara resmi membantu melindungi kekayaan intelektual resep tradisional dari klaim pihak asing.
Implementasi sertifikasi mutu membawa dampak positif pada peningkatan kesejahteraan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner di seluruh wilayah. Dengan adanya standar yang jelas, UMKM lebih mudah mendapatkan akses permodalan dan pelatihan peningkatan kapasitas produksi yang dibutuhkan.
Beberapa daerah kini proaktif bekerja sama dengan lembaga riset dan universitas untuk mengembangkan sistem rantai pasok bumbu lokal yang terstandarisasi. Inisiatif ini bertujuan memastikan ketersediaan rempah berkualitas tinggi yang konsisten, elemen kunci dalam keaslian masakan Nusantara yang diakui dunia.
Sertifikasi mutu bukan sekadar label, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan kuliner Indonesia yang berdaya saing. Melalui komitmen bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan konsumen, warisan rasa Nusantara akan terus lestari dan mampu bersaing di panggung dunia.