PORTAL7.CO.ID - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, melaksanakan serangkaian kunjungan silaturahmi selama momentum Lebaran akhir Maret 2026. Safari ini secara khusus menyasar para kiai sepuh yang merupakan sesepuh dan pemegang otoritas kultural NU di Jawa Timur.
Tujuan utama dari safari keagamaan yang dilaksanakan pada Sabtu, 28 Maret 2026, ini adalah mengumpulkan berbagai aspirasi dan nasihat penting. Fokus utama dari pertemuan tersebut adalah persiapan menjelang agenda besar organisasi, yakni Muktamar ke-35 NU.
Rangkaian kunjungan Gus Yahya mencakup beberapa pesantren besar yang memiliki pengaruh signifikan di wilayah Kediri dan Pasuruan. Selain bersilaturahmi dengan para ulama, agenda tersebut juga diisi dengan kegiatan ziarah ke makam para pendiri Nahdlatul Ulama di Jombang.
Dilansir dari Cahaya, Gus Yahya mengunjungi beberapa tokoh sentral, termasuk KH Nur Huda Jazuli di Ponpes Ploso Kediri dan KH Anwar Mansur di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Di Pasuruan, kunjungannya menyasar KH Fuad Nur Hasan di Pondok Pesantren Sidogiri dan KH Idris Hamid di Bayt Al-Hikmah.
Kunjungan kultural ini juga meliputi ziarah ke kompleks makam para pendiri NU, seperti KH Hasyim Asy’ari di Tebuireng, KH Abdul Wahab Hasbullah di Tambakberas, dan KH Bisri Syamsuri di Denanyar, Jombang. Hal ini menegaskan pentingnya legitimasi historis dan spiritual sebelum mengambil keputusan organisasi.
Salah satu usulan paling menonjol datang dari pertemuan dengan KH Nur Huda Jazuli, pengasuh Pesantren Ploso. Beliau secara tegas menyampaikan pandangan mengenai tempat penyelenggaraan hajatan besar organisasi tersebut.
"Kiai Da dawuh agar Muktamar ke-35 NU dilaksanakan di pesantren. Bahkan secara spesifik beliau mengusulkan di Pesantren Lirboyo," ujar Gus Yahya dalam keterangan tertulisnya.
Menurut Gus Yahya, penekanan dari KH Nur Huda Jazuli adalah memperkuat kembali fondasi NU yang bersumber dari pesantren dan para kiai. Usulan ini dianggap krusial untuk meneguhkan kembali akar tradisi organisasi.
Gus Yahya menyatakan bahwa usulan tersebut telah disampaikan kepada KH Anwar Mansur selaku pimpinan Pesantren Lirboyo. Dilansir dari Cahaya, keluarga besar Lirboyo diketahui memberikan respons yang sangat positif terhadap wacana menjadi tuan rumah Muktamar.