PORTAL7.CO.ID - Pengembang properti di Indonesia kini semakin didorong untuk mengintegrasikan tanggung jawab sosial lingkungan (CSR) dalam operasional mereka, terutama terkait pengelolaan sumber daya air. Kondisi pencemaran yang masih menjadi isu serius pada banyak sungai di Indonesia menjadi fokus perhatian pemerintah, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup.
Dalam upaya kolektif memulihkan kondisi aliran Sungai Cisadane di wilayah Tangerang, berbagai pihak mulai menunjukkan inisiatif nyata. Salah satu kontribusi signifikan datang dari PT Alam Sutera Realty Tbk, melalui kawasan komersial mereka, The Flavor Bliss.
Aksi konkret yang dilakukan adalah penyerahan sejumlah besar eco enzyme kepada komunitas Generasi Muda Buddhis Indonesia (GEMABUDHI). Total volume eco enzyme yang disumbangkan dalam kegiatan ini mencapai angka fantastis, yakni sebanyak 7.000 liter.
Kegiatan penuangan eco enzyme ini kemudian diakui secara nasional, bahkan mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Penghargaan tersebut diberikan atas rekor sebagai kegiatan penuangan terbanyak yang dilakukan pada satu aliran sungai, dilansir dari Detikcom.
Acara penting ini turut dihadiri oleh pejabat tinggi negara dan daerah. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, serta Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan, turut menyaksikan langsung momentum pelestarian lingkungan tersebut.
Andre Simandjaja, Direktur PT Alam Sutera Realty Tbk, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk memulihkan kualitas ekosistem sungai. Hal ini merupakan langkah penting mengingat banyaknya masyarakat yang bergantung pada Sungai Cisadane untuk kebutuhan sehari-hari.
Mengenai dampak yang diharapkan, Andre Simandjaja menyampaikan harapannya terkait keberlanjutan inisiatif tersebut. "Dengan aksi nyata penuangan eco enzyme di kawasan Sungai Jeletreng, diharapkan dapat membantu merevitalisasi ekosistem sungai serta memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar," ujar Andre dalam keterangannya pada Selasa (10/3/2026).
Eco enzyme yang digunakan dalam program masif ini bukanlah produk baru, melainkan hasil dari produksi mandiri perusahaan. Bahan bakunya bersumber dari limbah organik berupa sisa sayur dan kulit buah yang berasal dari Flavor Bliss dan Pasar 8 Alam Sutera.
Pemanfaatan limbah organik ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Metode ini mengubah potensi polutan menjadi solusi pembersih alami.