PORTAL7.CO.ID - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah mengambil langkah konkret awal dalam persiapan Muktamar NU yang akan digelar pada tahun 2026 mendatang. Pembentukan struktur kepanitiaan ini ditetapkan melalui rapat gabungan yang melibatkan unsur Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU.

Langkah strategis ini menandakan dimulainya persiapan intensif internal PBNU untuk menyambut forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi Islam ini. Persiapan ini diharapkan dapat menjamin kelancaran seluruh rangkaian acara Muktamar.

Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengonfirmasi pembentukan struktur panitia tersebut. Dilansir dari Cahaya, pembentukan ini merupakan tahap awal penting menuju hajatan besar NU.

Struktur kepanitiaan Muktamar 2026 telah terbagi menjadi dua komite utama yang diisi oleh para tokoh senior NU. Jabatan strategis pada Panitia Pengarah (Steering Committee/SC) dan Panitia Pelaksana (Organizing Committee/OC) telah ditetapkan secara resmi.

Jabatan Ketua Steering Committee (SC) dipercayakan kepada KH Said Asrori, yang akan didampingi oleh Muhammad Nuh sebagai Sekretaris SC. Struktur ini bertugas mengarahkan keseluruhan agenda Muktamar.

Sementara itu, tanggung jawab operasional dan teknis pelaksanaan berada di bawah Organizing Committee (OC). Saifullah Yusuf (Gus Ipul) didaulat memimpin sebagai Ketua OC, dengan Amin Said Rusdi menjabat sebagai Sekretaris OC.

Mengenai jadwal pasti pelaksanaannya, Gus Ipul memberikan estimasi waktu penyelenggaraan Muktamar yang direncanakan berlangsung pada pertengahan tahun 2026.

"Muktamarnya insya Allah dilaksanakan antara Juli atau Agustus," kata Gus Ipul kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin (30/3/2026).

Sebelum acara puncak, PBNU dijadwalkan menyelenggarakan serangkaian forum prakondisi yang sangat penting. Agenda pendahuluan ini mencakup Konvensi Besar (Konbes) serta Musyawarah Alim Ulama.