PORTAL7.CO.ID - Wakil Wali Kota Medan, H Zakiyuddin Harahap, secara resmi memperkenalkan hasil pemugaran gedung bersejarah Warenhuis kepada publik melalui kunjungan figur publik. Momen penting ini terjadi pada hari Jumat, 8 Mei 2026.

Tujuan utama dari kunjungan tersebut adalah untuk memperkuat posisi Kota Medan sebagai destinasi wisata urban yang menarik. Selain itu, Pemkot berambisi menarik minat investasi di sektor ekonomi kreatif nasional melalui dukungan figur publik ternama.

Aktivitas peninjauan aset sejarah ikonik ini merupakan bagian integral dari strategi pemasaran daerah yang lebih luas. Informasi mengenai kegiatan ini disampaikan oleh sumber resmi pemerintah kota.

Dilansir dari Detikcom, Wakil Wali Kota Medan menjelaskan urgensi kolaborasi dengan figur publik dalam memajukan pariwisata daerah. Hal ini disampaikan melalui keterangan tertulis resmi Pemkot Medan pada hari Jumat.

"Kita pamerkan salah satu ikon terbaik Medan yang baru selesai direnovasi. Harapannya, Raffi tertarik berinvestasi sekaligus membantu memasarkan potensi wisata dan ekonomi kreatif kita ke tingkat nasional," kata Zakiyuddin melalui keterangan tertulis dilihat detikSumut, Jumat (8/5/2026).

Pemerintah Kota Medan memiliki visi jangka panjang untuk bangunan peninggalan era kolonial tersebut. Warenhuis diproyeksikan bertransformasi menjadi wadah kolaborasi modern yang mengakomodasi komunitas kreatif dan pelaku UMKM.

Zakiyuddin menegaskan kesiapan infrastruktur tersebut untuk mendukung pertumbuhan ekonomi baru di Kota Medan. "Warenhuis kini telah siap menjadi magnet investasi dan ruang kolaborasi modern," ungkap Zakiyuddin, Wakil Wali Kota Medan.

Raffi Ahmad, yang saat itu menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, memberikan apresiasi positif terhadap upaya restorasi tersebut. Ia menyoroti pentingnya menjaga nilai historis bangunan.

Menanggapi pemugaran tersebut, Raffi Ahmad menggarisbawahi pentingnya warisan sejarah dalam konteks pembangunan kekinian. "Heritage itu punya nilai sejarah yang tidak bisa dibayar dengan apapun. Justru tempat seperti ini yang harus kita bawa ke anak muda agar mereka memahami dan menghargai sejarahnya melalui ekosistem lifestyle yang produktif," ungkap Raffi Ahmad, Utusan Khusus Presiden.