Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur melalui Lembaga Falakiyah tengah bersiap menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Mereka berencana menyelenggarakan kegiatan rukyatul hilal secara serentak di berbagai wilayah pada Selasa, 17 Februari 2026 mendatang. Agenda rutin ini bertujuan untuk menentukan kepastian jatuhnya tanggal satu Ramadan bagi seluruh umat Islam.

Sebanyak 41 titik pengamatan telah disiapkan dan tersebar di seluruh pelosok provinsi Jawa Timur. Lokasi-lokasi strategis tersebut dipilih berdasarkan kriteria teknis untuk memastikan visibilitas hilal yang optimal bagi para perukyat. Tim ahli dari Lembaga Falakiyah akan dikerahkan ke setiap titik guna melakukan pemantauan dengan peralatan optik yang memadai.

Penentuan awal bulan Qamariyah oleh Nahdlatul Ulama senantiasa berpegang teguh pada metode rukyatul hilal atau pengamatan langsung. Metode ini merupakan bagian dari tradisi fikih klasik yang tetap dipertahankan secara konsisten hingga saat ini oleh organisasi tersebut. Langkah ini diambil sebagai bentuk integritas dalam menjalankan syariat agama sesuai dengan pedoman yang telah lama ada.

Ketua Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Timur, Syamsul Ma'arif, menjelaskan bahwa penggunaan metode ini didasarkan pada landasan hukum yang sangat kuat. Pihaknya menegaskan bahwa ketaatan terhadap nash atau teks agama menjadi prioritas utama dalam proses pengambilan keputusan krusial ini. Hal ini merujuk langsung pada perintah Nabi Muhammad SAW yang tertuang secara eksplisit dalam berbagai hadis sahih.

Hasil dari pemantauan di puluhan titik tersebut nantinya akan dilaporkan secara resmi kepada jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Data empiris tersebut juga menjadi rujukan penting bagi pemerintah dalam Sidang Isbat yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Keputusan yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan kepastian serta ketenangan bagi masyarakat dalam memulai ibadah puasa.

Saat ini, seluruh tim di tingkat cabang sedang melakukan koordinasi intensif untuk mematangkan segala persiapan teknis di lapangan. Koordinasi ini mencakup pengecekan alat teleskop hingga pemetaan kondisi cuaca di lokasi pengamatan masing-masing secara berkala. PWNU Jatim berkomitmen penuh untuk menyajikan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun syar'i.

Pelaksanaan rukyatul hilal ini diharapkan dapat berjalan lancar tanpa kendala cuaca yang berarti di seluruh wilayah Jawa Timur. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan menunggu pengumuman resmi dari otoritas berwenang mengenai awal Ramadan 1447 H. Dengan persiapan yang sangat matang, proses penentuan awal bulan suci ini diharapkan dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah.