PORTAL7.CO.ID - Program Ruang Pintar yang dikelola oleh Permodalan Nasional Madani (PNM) telah meluncurkan inisiatif baru yang menarik di Jalan Sungai Cerekang, Kelurahan Gaddong, Makassar. Pada hari Jumat, 24 April 2026, fasilitas ini mulai mengintegrasikan kegiatan belajar mengajar anak-anak dengan sistem pengolahan sampah dan pertanian perkotaan (urban farming).
Inisiatif ini secara fundamental bertujuan untuk mengatasi keterbatasan ruang di kawasan pemukiman padat penduduk di Makassar. Dengan mengedepankan sinergi antara masyarakat lokal, pemerintah kota, dan sektor swasta, lahan sempit diupayakan menjadi area yang produktif secara ekologis dan edukatif.
Fasilitas Ruang Pintar kini telah bertransformasi menjadi pusat pertemuan penting untuk diskusi mengenai keberlanjutan lingkungan. Di sana, tokoh masyarakat dan warga berkumpul untuk membahas strategi terbaik dalam menjaga kelestarian lingkungan di tingkat komunitas lokal.
Kunjungan yang dilakukan oleh tokoh publik, Fadly Padi, ke lokasi tersebut semakin menguatkan narasi penyelarasan program pendidikan ini dengan gerakan lingkungan yang lebih luas, khususnya gerakan Tanami Tanata'. Hal ini menunjukkan adanya dukungan dari berbagai pihak terhadap model pembelajaran yang holistik ini.
Kebijakan yang diterapkan di Ruang Pintar ini juga sejalan dengan program Pemerintah Kota Makassar yang memprioritaskan sistem pengelolaan sampah terpadu yang dihubungkan dengan konsep urban farming. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem yang saling mendukung antara pengelolaan limbah dan produksi pangan skala mikro.
Lorong-lorong kota yang tadinya hanya dianggap sebagai ruang transisi kini diproyeksikan menjadi ruang produksi yang multifungsi. Program ini tidak hanya berfokus pada literasi dasar bagi anak-anak, tetapi juga menyediakan edukasi sirkular yang relevan bagi warga dewasa.
Masyarakat diajarkan untuk mengubah paradigma berpikir, melihat sampah bukan lagi sebagai beban yang harus dibuang, melainkan sebagai bahan baku potensial yang memiliki nilai guna dan dapat didaur ulang kembali. Ini adalah inti dari penerapan ekonomi sirkular di tingkat akar rumput.
Ruang Pintar berfungsi sebagai simpul edukasi utama yang membantu warga memahami siklus hidup lingkungan secara lebih komprehensif. Salah satu praktik nyata yang diajarkan adalah transformasi sisa-sisa dari dapur menjadi pupuk kompos berkualitas untuk menyuburkan tanaman produktif di sekitar rumah warga.
Melalui pemanfaatan kompos yang dihasilkan secara mandiri pada tanaman di lorong-lorong, diharapkan muncul nilai ekonomi tambahan bagi setiap keluarga yang terlibat dalam inisiatif ini. Pola perubahan ini dikembangkan secara kolektif, menggabungkan pengalaman praktis komunitas dengan panduan teknis dari pemerintah kota setempat.