PORTAL7.CO.ID - Persib Bandung dijadwalkan melakoni laga kandang menghadapi PSIM Yogyakarta dalam lanjutan Super League musim 2025/26. Pertandingan krusial ini akan tersaji di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada hari Senin, 4 Mei 2026, tepatnya pukul 15.30 WIB.
Laga ini menjadi tantangan tersendiri bagi Maung Bandung karena mereka hanya memiliki jeda pemulihan yang sangat singkat, yaitu empat hari, setelah pertandingan sebelumnya melawan Bhayangkara. Keterbatasan waktu persiapan ini menjadi sorotan utama menjelang pertemuan dengan tim tamu.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengakui bahwa masa persiapan timnya tergolong minim menjelang pertandingan pekan ke-31 tersebut. Meskipun demikian, ia tetap melihat sisi positif dari perkembangan performa timnya dalam laga-laga terakhir.
"Persiapan dilakukan dalam waktu yang cukup singkat, hanya empat hari setelah pertandingan terakhir. Namun dari hasil dan performa di babak kedua laga sebelumnya, kami mendapatkan banyak hal positif," ujar Bojan pada Minggu, 3 Mei 2026.
Bojan Hodak memberikan perhatian khusus terhadap kekuatan lawan, PSIM Yogyakarta, yang dinilai memiliki organisasi permainan yang sangat solid dan kedisiplinan tinggi di lapangan. Ia menekankan agar para pemainnya tidak meremehkan tim tamu tersebut.
"Kami sekarang fokus menghadapi PSIM Yogyakarta. Mereka adalah tim yang terorganisir dengan baik, sulit dikalahkan. Bahkan saat kalah, selisihnya hanya satu gol. Mereka tim pekerja keras," katanya.
Pelatih asal Kroasia itu memprediksi bahwa menghadapi PSIM akan menjadi pertandingan yang berat meskipun Persib berstatus sebagai tuan rumah di GBLA. Tekanan dari tim lawan diprediksi akan membuat upaya mengamankan tiga poin menjadi tidak mudah.
"Jadi, saya memperkirakan ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Tapi kami berharap bisa meraih hasil positif," tegasnya mengenai harapan tim jelang laga tersebut.
Sementara itu, pilar pertahanan Persib Bandung, Federico Barba, menyoroti pentingnya menjaga mentalitas dan solidaritas tim. Menurutnya, kepercayaan diri tim meningkat setelah mereka berhasil melewati laga berat sebelumnya secara kolektif.