Kawasan wisata Gunung Bromo diguncang kabar kurang menyenangkan terkait aksi kriminalitas terhadap wisatawan mancanegara. Sebanyak tujuh koper milik rombongan turis asal Thailand dilaporkan hilang dicuri saat mereka tengah berkunjung ke destinasi populer tersebut. Insiden ini langsung memicu reaksi keras dari berbagai kalangan karena terjadi di tengah upaya peningkatan sektor pariwisata nasional.
Peristiwa pencurian tersebut diketahui terjadi pada Minggu, 15 Februari 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Lokasi kejadian berada di Jalan Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Saat itu, rombongan wisatawan mancanegara tersebut baru saja hendak memulai rangkaian aktivitas wisata mereka di kawasan pegunungan Tengger.
Kehilangan barang bawaan dalam jumlah besar ini mengejutkan banyak pihak, terutama para pelaku industri perjalanan di daerah setempat. Para korban yang merupakan warga negara asing merasa sangat dirugikan atas hilangnya dokumen serta perlengkapan pribadi mereka. Pihak berwenang segera melakukan koordinasi cepat untuk menindaklanjuti laporan yang masuk dari rombongan turis tersebut.
Sunaryono selaku Kepala Desa Ngadisari dan tokoh masyarakat Tengger menyatakan bahwa kasus ini adalah tanggung jawab bersama. Ia menegaskan bahwa aparat penegak hukum, pelaku jasa wisata, hingga pemilik travel harus bersinergi mencegah kejadian serupa terulang. Menurutnya, insiden ini memberikan rasa malu yang besar bagi masyarakat lokal maupun nama baik Indonesia di mata dunia.
Dampak dari kasus pencurian ini dikhawatirkan akan memengaruhi tingkat kepercayaan turis asing untuk berkunjung ke Indonesia. Citra keamanan di kawasan strategis pariwisata nasional kini menjadi pertaruhan besar di hadapan komunitas internasional. Jika tidak segera ditangani dengan serius, hal ini berpotensi memicu penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke depannya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian setempat masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas para pelaku pencurian. Beberapa saksi di lokasi kejadian telah dimintai keterangan resmi guna mengumpulkan bukti-bukti pendukung yang diperlukan. Fokus utama petugas saat ini adalah menemukan kembali barang milik korban dan memulihkan stabilitas keamanan wilayah.
Keamanan dan kenyamanan wisatawan merupakan aspek krusial yang harus senantiasa dijaga oleh seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperketat pengawasan di area publik pariwisata. Sinergi yang kuat diharapkan mampu mengembalikan reputasi positif Gunung Bromo sebagai destinasi yang aman bagi semua pengunjung.